:: Solo Touring Depok - Balam ::



Senin 19 Desember, Badak tuir duluan jalan, captiva full muatan tapi tanpa pawang asli 😀 Anak-anak disupiri ipar sepupu yang track recordnya sehari-hari sebagai supir travel. Start bada zuhur sekitar jam 14.00, mendapat kabar tiba di Cijantung, Jakarta Timur tepat tengah malam. Mobil istirahat sejenak di Cijantung, kemudian estafet menanti sopir baru  *pak suami-- menuju kandang rumah Depok.  Alhamdulillah sepanjang perjalanan tiada kendala. Bahkan cerita Adin, si sulung, gas dibejek jarang di bawah 80km/jam 😘


25 Desember emak nyusul by bus Damri, minta jemput di Stasiun Gambir sore. Jam 09.00 start dari stasiun Tanjung Karang, tiba di Gambir pukul 15.15  tepat azan ashar.  Qodarullah menuju gambir terima laporan Pak suami, sempat mengalami pecah ban kiri belakang justru di jalan utama ibukota. Indikasi melintasi separator busway or mungkin nyenggol sesuatu yang tajam. 


Ban serep pun terpaksa dikeluarkan. Lama tersimpan dan baru dua kali dikeluarkan, ternyata kondisinya sudah buluk banget. dan ketika melanjutkan perjalanan ketemu toko ban langsung diganti sepatu baru. Bridgestone R16 di Jakarta dapet murah 1.560k padahal di Lampung bisa kena 2 jutaan. 


Dua hari badak sepuh molor di kandang gak keluar. Emak akhirnya diizinkan uji nyali pertamakali bawa dengan destinasi Cipayung-Perumahan Billabong Bojong Gede dengan kontur jalan alternatif yang sempit lagi menanjak dan menurun. Nyetir 1 jam 15 menit dalam keadaan hujan lebat.  Alhamdulillah juga gak ada kendala.


Kamis 29 Desember, urusan pendaftaran sekolah adek kelar, waktunya balik kandang Lampung ... Jam 09.05 Badak keluar perumahan langsung meluncur menuju pintu tol Sawangan. Berharap sampai Merak gak kemalaman sebab belakangan warning dari BMKG dan ASDP belakangan cuaca kurang bersahabat untuk menyeberangi Selat Sunda terutama di malam hari.


Supir tandem bak aki-aki 😂 gak berani uji kecepatan di tol cukup dengan lari 60-80 per jam saja. Main aman katanya sambil menikmati perjalanan. Sempat berhenti di rest area km 52 kalau tak salah arah Balaraja untuk salat zuhur dan makan siang. Sepanjang jalan lancar, bertemu macet hanya saat keluar pintu tol merak. Masuk pelabuhan pukul 15.00 WIB.  Kami pun memilih antrian kapal reguler.


Cuaca cerah, berharap mendarat sampai Bakauheni magrib.  Ternyata letak ujiannya justru di sini.  Antri muat kapal memakan waktu sejam, bikin harap-harap cemas. Ternyata ada info, satu kapal trouble menyebabkan antrian panjang stuck, menunggu kapal lain sandar. Hmm ... Pilihan kapal reguler hari ini gak begitu menolong dari segi waktu antri dan muat kapal, tapi bukan captivian namanya kalo gak enjoy the adventure!


Akhirnya kapal lain datang kami pun bergerak naik. 4 jam membelah selat, molor satu jam dari pelayaran normal. Perasaan sudah gak keruan ketika lampu-lampu pelabuhan Bakauheni terlihat dari kejauhan namun kapal sangat berhati-hati saat bersandar. Angin malam mulai berhembus kencang, kapal pun mulai bergoyang tak normal. Di depan Vios yang dimodifikasi pendek berulah, di tengah ombang ambing kapal dan jembatan penghubung daratan yang terus bergoyang ia kesulitan memilih jalan sebab ban yang terlalu rendah.  Double ketar ketir. Para petugas berlarian mencari pengganjal agar bumper tidak nyangkut.


Sebagai penyuka mobil tinggi, saya mulai mengomel dalam hati melihat antrian panjang di belakang kami. Kenapa sie nyusahin diri sendiri, mobil bagus-bagus direndahin?! Saat seperti ini justru jadi beban banyak orang. Susah payah si hitam ceper akhirnya berhasil melintas.


Tiba giliran kami, banyak-banyak berdoa dan sholawat sebab sopir kudu fokus menunggu pijakan yang terus menari sedikit mereda. Aba-aba petugas memberi tanda aman, kami pun sigap bergerak. Fuih! Bener-bener mendebarkan menyeberang di cuaca dan gelombang tidak bersahabat.


Turun kapal kelaperan, kembali singgah di rest area pertama setelah masuk pintu tol Bakau-Kotabaru untuk shalat isya dan makan malam yang terlambat. Perut kenyang lanjut ngaspal dan tiba di rumah pukul 22.57. 


Tepaaar ... 14 jam pengalaman perjalanan terlama rute rumah Depok - Balam.  Alhamdulillah masih diberi sehat dan selamat tak kurang apapun ❤️❤️


Apa saja yang diperlukan untuk perjalanan berkendara menggunakan mobil pribadi jarak jauh? Terutama for Captivian?


1. Periksa air aki, air wiper, oli, vanbelt kalau perlu ganti filter oli, servis ganti oli mesin dulu sebelum berangkat.

2. Bawa backup vantbelt *jika ada

3. Siap nomor bengkel komunitas KCI terdekat

4. Pastikan ban serep layak pakai


#kciBE2404

#therealcaptivian





No comments:

Powered by Blogger.