Posts

Lodi si Ayam Congkak

Image
Dongeng Anak
Lodi si ayam jantan sangat suka menyombongkan diri, sebab suaranya paling lantang di antara para ayam jantan di peternakan.  Karena tidak ada satu ayam pun yang mampu menandingi kemampuannya berkokok dan bernyanyi, Lodi kerap mengejek teman-temannya apabila ikut mengepakkan sayap dan menyahut kokokannya kala fajar menyingsing.
"Eh, Balu ... suara kamu itu jelek sekali sih bikin rusak nyanyianku tau!" Seru Lodi kesal.

Balu menunduk sedih, ejekan Lodi sangat melukai perasaannya. Ini bukan sejadian satu dua kali.  Balu menjadi kecil hati, diam-diam berjanji tidak mau berkokok lagi. Toh, biar saja sudah ada Lodi yang melakukannya. Pikirnya.

Suatu hari, Pak peternak berkata kalau minggu depan akan ada lomba berkokok di kota.  Lodi dengan bangga menepuk dada. "Tentu saja  aku yang pastinya dipilih oleh Pak Peternak untuk berlomba."

Benar saja, Pak Peternakpun makin memanjakan Lodi dengan makanan yang lezat.  Ini tentu membuat iri ayam yang lain.

Satu hari m…

Poli Si Kuda Hitam

Image
Dongeng Anak
Di sebuah padang sabana, hiduplah Poly si kuda hitam. Ia sangat membenci terlahir dengan tubuh yang legam, bahkan hingga ke surai.
Sejak kecil ia enggan bermain dan bercengkrama dengan teman bahkan ketiga saudara kandungnya.

Sang ibu, Pipi merasa sedih sebab berkali-kali menasehatinya untuk bersyukur dan menerima pemberian Allah atas tubuh yang sehat dan kuat.

"Di mata Allah, setiap makhluk ciptaanNya itu berharga, Nak. Semuanya terlahir karena bermanfaat bagi keseimbangan bumi.  Jadi, bukan ditentukan oleh warna tubuh."

Dengan murung Poly menjawab, "Ah ... tetapi Poly merasa paling buruk rupa, Bu.  Lihatlah mereka, ada yang berwarna kecoklatan, abu-abu gelap, bahkan putih dengan surai keemasan.  Sementara aku kenapa bisa hitam legam?"

Ibunya menarik nafas berat. "Semua pemberian Allah, Nak.  Sudah takdirmu bertubuh hitam.  Belajarlah bersyukur, karena setidaknya tubuh dan kakimu sehat lagi kuat untuk berlari kencang."

Namun sayangnya, apapu…

Kiko Si Ayam Pemalas

Image
Dongeng Anak
Di sebuah peternakan di pinggir kota, hiduplah seekor anak ayam jantan bernama Kiko. Kiko selalu bangun siang dan kerap kali malas berlatih berkokok.
Sang ayah kerap menasehati, kelak jika tak ada ayam jantan berkokok maka penghuni peternakan yang lain tidak memiliki patokan sebagai penanda waktu dimulainya hari.

Kiko tak perduli, baginya tidur adalah saat yang paling menyenangkan dalam hidupnya.

Pada suatu hari, sang ayah mengumpulkan para sahabat untuk memberikan Kiko pelajaran. Para ayam dewasa mendiskusikan sebuah rencana yang akan mereka ambil agar Kiko berubah menjadi ayam yang lebih bertanggung jawab.

Keesokan harinya, seperti biasa ketika Kiko terjaga matahari sudah meninggi.

Kiko melangkah gontai menuju tempat petenak biasa meletakkan makanan. Sayangnya, wadah makanan itu telah kosong.

Kiko melongok ke arah lumbung padi. Namun sayangnya seluruh pintu tertutup rapat. Kiko tak kuat mendorong seorang diri. Sementara perutnya mulai keroncongan.

Kiko tetus berjalan s…

Mencari Amalan Terbaik

Image
Idealnya seorang manusia terlahir ke dunia mengemban amanah tauhid, dan mati dalam keadaan husnul khatimah. Namun sayangnya dalam perjalanan kehidupan, manusia kerap mengabaikan essensi kehidupan, proses penciptaan dan tujuan ia dilahirkan.

Dalam al-quran jelas memuat berbagai peringatan, bahwa dunia diciptakan hanya sebagai ladang ujian demi kehidupan abadi yakni negeri akherat.  Jadi jelas, dunia bukan tempat terakhir, melainkan hanyalah persinggahan sementara.

Dikisahkan sebuah perandaian ada seorang pemuda yang terlahir dari keluarga yang cinta quran, besar di lingkungan pondok, mengenyam pendidikan di Jazirah Arab, namun pada akhirnya mengambil doktoral di negara Liberal, lalu berganti pemikiran dan mati dalam keadaan kafir.

Sementara, anak manusia yang lahir dari hubungan haram, besar di lingkungan yang rusak, berprofesi sebagai penjahat, namun ketika dipenjara mendapatkan hidayah, hampir seluruh sisa waktunya digunakan untuk beramal sholih kemudian mati dalam keadaan husnul kh…

Peresmian Rumah Tahfidz Al-Barokah, Ada Asa Tertitip Di sana

Image
Jumat minggu lalu, sepulang mengikuti kelas tahfidz di pagi hari duo krucil membawa sepucuk surat dari manajemen masjid.  Isinya undangan untuk para walisantri agar datang menghadiri peresmian rumah tahfidz yang baru beberapa bulan berdiri. Acaranya diselenggarakan pada hari Minggu, 19 Januari 2020, bertempat di masjid Al-Barokah mulai bada zuhur.

Selama dua hari pula menjelang acara puncak anak-anak dihimbau untuk mengikuti serangkaian acara gladi resik, semacam latihan menjelang peresmian.
Beberapa anak ditunjuk sebagai petugas, mulai dari MC, momen sambung ayat, sholawatan hingga pentas membacakan penggalan kitab-kitab yang sudah dipelajari. 
Jujur, ada keharuan yang sempat menyeruak di dada.  Meski anak-anak belum dinyatakan mukammal juz 30 setidaknya tersimpan asa mereka istiqomah berproses menuju generasi qurani.
Cukup bangga, di tengah gempuran arus modernisasi dan dampak perkembangan teknologi yang kerap menyesatkan, anak-anak masih mau dengan mendisiplinkan diri bangun ketik…

Meput Lesung, Tradisi Warisan Leluhur yang Sesuai Syariah

Image
Untuk sebagian orang Lampung ini sih seru! Makan bareng di atas lesung alias ulekan, or batu pipih untuk menumbuk sambal. Apalagi kalau diracik dengan dilan (terasi), plus ikan goreng, lalapan, dan lauk pauk penunjang.

Glek! Bikin nelen air liur lagi nih ... hehehe

Budaya Warisan Leluhur
Meput lesung adalah tradisi makan khas Lampung dengan menaruh nasi serta lauk pauk berserta sambal langsung di atas ulekan sambal atau dalam bahasa Lampung-nya adalah lesung.

Entah sejak kapan budaya ini tepatnya dimulai... yang jelas, di kalangan masyarakat Lampung makan bersama di atas ulekan sudah menjadi tradisi turun menurun sejak zaman dahulu.

Bahkan di instansi pemerintahan seperti Dinas Pariwisata dan budaya Lampung sendiri meput lesung kerap termasuk sebagai agenda dari festival wisata daerah yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.


Terakhir kalau gak salah maret 2019 lalu, Dalam rangka Hut-22 Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Dinas Pariwisata Daerah Lampun…

Celah Syukur di Kala Hujan Menyapa

Image
Hujan selalu membuat saya baper dan mengingat kilasan peristiwa yang terjadi saat bumi menangis. Bukan, bukan mengingat seseorang yang pernah singgah di hati... Hush! Malu dong, emak udah tua masih aja melow dengan romantisme picisan.

Belasan tahun silam, saat menjadi pengangguran--saya baru resign dari sebuah radio ternama di kota kelahiran--.  Suatu hari, diminta menebus resep obat buat ibunda tercinta. Ternyata, uang yang diberi kurang beberapa puluh ribu.  Sedihnya minta ampun sebab bokek berat, gak bisa menambahi.  Akhirnya mengambil solusi mengurangi salah satu item agar uangnya pas.  Sebenarnya bisa saja pulang dulu, minta tambahan uang ke emak.  Bagi pensiunan guru tanpa hutang apapun, uang segitu mungkin masih terjangkau.  Sayangnya, hujan lebat mengguyur kota.  Terpaksa saya pulang membawa obat seadanya.  Ingat betul kala itu air mata membaur dengan derasnya hujan--sambil naik motor-- dalam hati berdoa memohon jalan rezeki berlimpah agar tidak terus-terusan membebani orangt…