You Lost You Learn


Minggu 8 Januari 2023,


Lengkingan "You Learn" Alanis Morisette mengalun energic dari audio badak tuir, saya pun ikut bernyanyi dan melesetin kata lose jadi lost haha. Sebab cocok banget dengan tema jalan dadakan sehabis kondangan berdua adek kali ini.  Berasa kayak duo emak-anak ilang, yang jalan gak tentu arah mikut aja kemana kaki badak berputar. 


Entah kenapa pengen aja jalan berdua, mungkin karena belakangan sibuk wara wiri anter jemput anak dan solo touring kemarin yang begitu singkat sehingga gak begitu dinikmati ala liburan. Tak terasa mobil abu sampai di wilayah pantai di kabupaten Pesawaran. Lumayan jauh, sekitar satu jam lebih dari rumah kami di pusat kota Bandar Lampung.


Sempat pengen belok di simpang pantai Mutun, tapi adek menggeleng. Katanya bosen, udah sering apalagi ini hari minggu ... pasti rame. Yup, kami berdua gak begitu enjoy dengan keramaian. Si bungsu bilang ingin berenang di laut. Sekalipun gak bawa persiapan baju karena dadakan.  "Aku pakai daleman kaos dan legging, nanti pulang pakai gamis luaran aja sama kerudung," jelasnya santai.


Oke. Mamak lanjut ngegas lurus ke arah Hanura menuju pantai Ringgung yang sempat ditutup setelah berembus berita sengketa lahan pantai.  Beberapa bulan lalu salah satu destinasi wisata air yang relatif dekat kota Bandar Lampung ini kembali dibuka, namun dengan track masuk beralih membelah perbukitan tak jauh dari jalan masuk awal. Kira-kira seratusan meter maju lagi.


Gak nyangka saat mulai memasuki simpang Ringgung, kontur jalannya ternyata mantap, masih tanah dan bebatuan 🤭🤫 mau mundur kok nanggung. Apalagi di portal biaya masuk sudah dipungut dan bikin meringis. 150 ribu per mobil dan gak hitung jumlah orang.  The price included biaya pondokan, toilet dan bilas.  Mungkin gak berat sie kalo untuk rombongan atau keluarga besar yang berlibur. Masalahnya saya berdua adek Feera aja today sementara petugas mesem-mesem aja gak mau kasih diskon. Duh rada berat buka dompet, dalam hati ngomel eman-eman duitnya, --dasar emak-emak--... Tapi demi anak yo wis lah maju terus!


Masuk kian jauh menuju pantai masih dengan jalanan tanah berpasir dan bebatuan.  Di awal sie masih aman relatif landai. Tapi saat memasuki pantai, wuiiih ... Nurunin bukit terjal cuuuuy.  Sempat berhenti di pos. Mikir sejenak ... baliknya nanti berani gak nanjak curam?! 


Petugas pos 2 pun sempat nyamperin dan menyemangati.

"Mobilnya bisa kok bu turun pelan-pelan, pulangnya tenang aja pasti kuat nanjak  ... di bawah ramai. Kalau tetep gak berani banyak petugas kita dari Marinir siap membantu kalau sekiranya takut"


Weleh, kadung malu ketahuan pan raut khawatirnya. Oke bismillah ... Kami berdua pun turun.


*Note, saat ini gak rekomen buat mobil berbumper pendek. Ngeri nyangkut karena beberapa bagian jalan ada yang belum rata betul.


Sekalipun sempat ketar ketir, terbayar ketika tiba di tujuan. Pantainya relatif bersih dan viewnya masih cantik seperti dulu 😘😘 MashaAllah, Nikmat mana yang kau dustakan?!


Saat pulang, sekalipun dag dig dug ... ambil ancang-ancang di bawah. Mulai switch transmisi ke manual, di gigi satu. Gas pelan aja gak usah pake bejek sampe poll.  Badak pun merangkak naik. Sempet stuk nyangkut di batu menonjol. Tekan gas makin dalam ... Tetiba ban berdecit nyaring mengakibatkan debu beterbangan plus tercium bau agak menyengat.  Mungkin akibat gesekan ban dengan bebatuan atau jalanan berpasir. Badak pun akhirnya sukses melewati jalanan ekstrim menanjak.


Sampai rumah langsung telpon Pak Suami, buat pengakuan dosa dan minta maaf emak sama anak udah bandel main jauh berdua, untung cek ban aman 🤭🤫 ojo ditiru!






#kelilinglampung

#jelajahlampung

#therealcaptivian

#emak2blogger

#bloggerlampung

#infowisatalampung

#pantaisariringgung

No comments:

Powered by Blogger.