Berbagai Alasan dan Pertimbangan Meminang Bater "Chevy Captiva"

July 18, 2021

Tahun 2013 saya jatuh cinta dengan sebuah iklan otomotif.  Mobil berjenis SUV kece keluaran Eropa yang belakangan dijuluki para captivian (pencinta captiva) sebagai "Badak Besi" gantinya si Kebo, kendaraan andalan chevy sebelumnya Opel Blazer.

Iklan Chevy 2013 Version



Untuk saya kala itu, mengendarai si Badak bisa dibilang mimpi. Harap maklum rumah aja masih nyicil.  Dulu, saat masih suka dit dit dit dan belum paham RIBA, terlibat di satu hutang perbulan aja rasanya kaki benar-benar terbelenggu.  Jadi, gimana mungkin memelihara mimpi punya tunggangan yang cukup prestisius kala itu? Sekalipun diam-diam saya sebenernya penganut motto "mimpi gak bayar" hahaha ....


Bicara soal Chevy Captiva sebenarnya awal kemunculannya jauh sebelum itu.  Yakni sekitar tahun 2007.  Iklan yang saya tonton adalah keluaran terbaru yang digadang-gadang sebagai Captiva FL alias facelift or sudah mengalami beberapa perubahan dari seri sebelumnya NFL (nonfacelift) seri FWD (Four Wheel Drive) -- yang akhirnya berjodoh dengan saya.


Btw, maaf sebelumnya dengan segala kerendahan hati tulisan ini ditulis hanya untuk sekedar sharing semata.  Syukur-syukur jika ada pembaca yang bisa menarik bermanfaat. I told you, saya bukan penggila apalagi ahli di bidang otomotif.  Saya cuma emak-emak yang punya selera rada beda aja. Ehm.


Amanah memelihara Bater


Awalnya cuma ngiler dan suka melirik Captiva yang melintas di jalan raya, Alhamdulillah 2021 saya diberi rezeki lebih dan dipercaya memelihara sang badak.  Sekalipun seken dan keluaran lama, saya memantapkan diri meminang Captiva seri NFL Diesel 2.0 plus turbo. Tahunnya udah lumayan banyak, nyaris sama dengan umur Hamdi, putra sulung saya, kelahiran 2009.


Apa yang membuat yakin membawa pulang si Bater? (Lagi-lagi julukan para Captivian untuk badak diesel).  Fyi. Badak yang bahan bakarnya bensin biasa di juluki "Bacin".


1.  Mesinnya masih bagus, dengan RPM (lupa berapa 500an ke atas klo gak salah) yang jelas menurut owner bengkel pegangan terakhir masih sangat-sangat bagus.


2. kilometer relatif rendah lagi-lagi jika mengingat tahun pembuatan, means yang punya sebelumnya nggak begitu sering menggunakan mobil tsb untuk keperluan jarak jauh, walaupun para captivian umumnya orang-orang yang suka berpetualang.


2. PR gak begitu banyak, hanya sok beker depan, salah satu handle luar pintu patah dan AC yang kurang dingin.


3. Fitur canggih untuk mobil sekelasnya, interior nyaman, body gagah, CC besar khususnya untuk perjalanan jarak jauh dengan berbagai aktivitas tanpa perlu khawatir saat melintasi medan apapun.  


4. Kapasitas 7 penumpang dengan bagasi luas jika kursi belakang dilipat lantai sejajar, bahkan bisa bikin anak-anak tidur dengan nyaman.



Well, layaknya mobil bekas pakai tentu ada minus-minusnya. Dan untungnya sebelumnya saya sudah menyiapkan mental, sebab bisa dibilang khatam membaca berbagai informasi seputar chevy captiva via browsing. Jadi gak begitu kaget jika ditotal harga mobil+PR dari pemilik awal menyentuh angka  100an juta. *Jauh relatif murah dibandingkan mobil keluaran baru brand berbeda yang 'murmer' di pasaran.  Tapi dalam hal kenyamanan, fitur yang ditawarkan Captiva menang banyak.


Sudah bukan rahasia lagi GM motors supplier resmi chevy undur pamit dari pasaran Indonesia di bulan Maret 2020, means para pemilik kendaraan chevy harus siap dengan keadaan susah tersedianya suku cadang di pasaran. Langkanya suku cadang, konon membuat harga onderdil otomatis mahal, tapi harga mobil justru terjun bebas.  Faktor ini yang kebanyakan bikin orang mikir duakali membeli chevrolet, kebalikannya justru melepas mobil sekalipun masih sayang-sayangnya hehehe.  


Belum lagi teknologi komputerisasi yang dimiliki chevy dengan mobil keluaran Eropa lainnya berbeda, ini membuatnya rada susah dalam hal maintenance dan perlu dicatat ... gak bisa sembarang bengkel non resmi mampu menangani. But its doesn t means impposibble! Karena biar bagaimanapun logikanya, chevy sudah meramaikan jalanan nusantara sejak puluhan tahun lalu. 


Pengetahuan dasar, khusus buat badak solar (bater) agak rewel dalam bahan bakar sebab kualitas solar Indonesia jauh dari standar Eropa.  Solar lokal cenderung mengandung sulfur tinggi (mencapai 500ppm). Sementara kecanggihan teknologi captiva mengharuskan pemakaian bahan bakar solar berkualitas terbaik minimal 300ppm supaya perfomancenya always on top.  Bukan berarti solar busuk tak bisa, hanya saja pemakaian solar lokal jangka panjang membuat pemakaian bater cenderung mudah bermasalah dan boros jajan. Mulai dari sistem penyaringan bahan bakar, injektor, dsb. Dalam hal ini saya pribadi lebih memilih dexlite atau pertaminadex untuk pengisian bahan bakar bater, dan sangat-sangat menghindari solar biasa ataupun biosolar demi perpanjangan usia injektor.


Selain itu, pajak mobil chevy pertahun lumayan mahal dibanding mobil brand kebanyakan yang berkeliaran di jalanan, sebab chevrolet sejak awal masuk kategori mobil impor.  Walaupun jujur aja, buat saya alasan itu dah gak relevan.  Apalagi chevy badak lama harganya sudah relatif murmer dan semestinya ada peninjauan kembali oleh para pejabat yang berwenang dalam hal besarannya per tahun. Emangnya berapa sih kenanya? Sekitar 3.6 juta bro, kalau gak disiapin jauh-jauh hari bisa bikin gak ibadah qurban tiap tahun heu heu.  Untuk urusan ini sih, emak-emak terima beres aja deh. Doakan saja Pak Suami banyak rezeki dan memampukan tiap tahun bayar pajak tepat waktu, hehehe.


Langkah Awal memelihara sang Bater


Saat membawa pulang Chevy Captiva ramadan  lalu, saya langsung mengecek buku servis kendaraan.  Sepertinya, sang pemilik lebih memilih bengkel non resmi, sehingga saya rada kesulitan mengecek kapan terakhir ia melakukan perawatan standar seperti tune up or servis berkala, dll.  


Dokpri


Maka tidak mau ambil resiko langkah awal yang dilakukan adalah :


1. Servis besar keseluruhan, ganti oli, kuras semua cairan radiator, cek aki dll.


2.  Mengganti onderdil yang vital yang menyangkut kinerja mesin, dalam hal ini PR saya hanya sok breker bagian depan. 


3.  Mencicil PR yang tidak menyangkut mesin. Ini bisa pakai skala prioritas tergantung keadaan kantong. Kalau gak urgent amat bisa ditunda.  Sebagai contoh saya mendahulukan perbaikan AC ketimbang memperbaiki satu handle pintu.

 

4. Bergabung di komunitas khusus chevy captiva untuk mengatasi permasalahan newbie pemelihara badak, ketersedian onderdil, serta berbagai informasi terkait sang captiva.


5.  Mencari informasi seputar bengkel khusus chevrolet non resmi di kota saya. Kenapa harus tahu bengkel alternatif chevy selain bengkel resmi? Selain terkait masalah kantong tadi dan perawatan, bengkel non resmi bisa menjadi alternatif sewaktu-waktu jika mobil bermasalah.


Intinya, membeli mobil seken terutama Captiva harus siap dana cadangan 5-15 jutaan, untuk merehabilitasi atau mempercantik mobil dari berbagai PR pemilik sebelumnya.  


Alhamdulillah tak lama saya menemukan komunitas khusus pemilik Captiva di FB. After gabung di komunitas resmi para captivian, Komunitas Captiva Indonesia (KCI) saya mengenal banyak teman baru, dan dari mereka pulalah saya terbantu mendapatkan bengkel non resmi terdekat.


Rasanya gimana setelah beberapa bulan menunggung badak besi varian solar? Luar biasaaaa .... Kekhawatiran yang berembus sebelumnya sedikit demi sedikit terkikis seiring keuntungan menggunakan si badak besi ditambah tenaganya yang besar bikin nyaman berkendara kemanapun, tanpa kuatir stuck saat melalui jalan model apapun.


So, kamu berminat jadi real captivian juga? Dengan tangan terbuka saya dan komunitas KCI akan memelukmu erat, eh! 😅😂




Salam dari tante KCI nomor punggung BE #2404


Lets find the Road ! 🥰🥰











No comments:

Powered by Blogger.