Menjelajah Gudang Lelang, Berburu Tangkapan Laut yang Murah dan Berkualitas

Search This Blog

Thursday, February 20, 2020

Menjelajah Gudang Lelang, Berburu Tangkapan Laut yang Murah dan Berkualitas


Tinggal di ibukota provinsi yang secara letak geografis tak jauh dari garis pantai, otomatis memudahkan penduduk setempat menemukan berbagai komoditas laut berkualitas.


Hal inilah yang kerap membuat saya merindukan kota kelahiran, Bandar Lampung ketika dulu sempat merantau.

Menemukan ikan, cumi, kepiting dan kerang bukan sesuatu yang sulit dan langka di kota ini.  Datang saja ke pasar tradisional terdekat, maka hampir setiap hari bisa dipastikan dengan mudah kita dapat menemukannya. Harganya pun relatif terjangkau dibandingkan kota-kota lain di nusantara yang pernah saya tinggali.

Yang lebih menarik lagi, harga tangkapan laut bisa jauh lebih murah jika kita mau bersusah payah langsung mendatangi tempat di mana ikan-ikan tersebut di dapat.  Salah satunya di Tempat Pelelangan Ikan, Gudang Lelang.

Maka ketika kembali menetap di kota kelahiran di pertengahan 2017 lalu, berburu hasil tangkapan kembali menjadi rutinitas.

Sejarah Singkat


Terletak di Jl. ikan Bawal, Teluk Betung, tempat ini sangat ramai jika dikunjungi bada ashar hingga pukul 9 malam. Sedangkan khusus pasar ikannya beroperasi sejak pukul 04 pagi hingga menjelang zuhur.


Sebetulnya dulu Gudang Lelang biasa di sebut penduduk setempat dengan istilah Ujung Bom.  Entah kenapa disebut demikian.  Sebagian orang berpikiran mungkin karena dulu tempat ini kerap dipakai untuk nelayan mengambil ikan dengan cara menebar putas atau sejenis bom ikan.  Namun sejak aktivitas itu dilarang, maka nelayan lebih memilih melaut dan menjaring ikan menggunakan perahu tradisional maupun bermesin.

Baca juga:
Menjelajah Taman Wisata Alam Wiragarden

Sejak tahun 70an sebutan ujung bom berganti nama menjadi TPI Gudang Lelang.

Kisah dari turun temurun menyebutkan, dulunya Gudang Lelang termasuk ke dalam zona garis pantai, namun karena penyusutan air laut dari tahun ke tahun yang signifikan membuat masyarakat mulai mendirikam perkampungan.  Semakin lama lokasi ini kian ramai dan berubah layaknya pelabuhan tempat perahu nelayan bersandar dan menurunkan hasil tangkapan. (Duajurai.com)

Jikalau dari pusat kota dengan berkendara, untuk mencapai lokasi pelelangan ikan ini hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit dari bundaran patung gajah, terus menyusuri jalan Diponegoro, melewati pasar kangkung, lalu ambil kanan ke arah jalan Malahayati.  Ketemu pos polisi gudang lelang belok kiri masuk ke jalan Ikan Bawal hingga mentok ke arah pantai.

Berburu Hasil Laut berkualitas


Siang itu sebetulnya tak sengaja saya mampir ke salah satu sentra pelelangan ikan di Bandar Lampung ini. Sebelumnya, kebetulan dengan para emak-emak kece wali murid sekolah anak berencana hendak menjenguk istri salah seorang ustadz yang baru saja melahirkan.


Tiba dilokasi rumah yang dituju waktu menunjukkan pukul 2 siang, sementara hari agak gerimis.  Tapi kabar gembiranya, ternyata, kediaman sang ustad berada di salah satu gang yang berjarak hanya puluhan meter dari TPI.  Karuan, para emak mulai berbisik-bisik mau bela-belain jalan kaki berburu hasil laut yang di jajakan di sepanjang jalan menuju pantai sepulang dari sana.

Rencana berjalan mulus. Usai amanah tertunaikan, kami berenam menyusuri jalan membaur dengan hiruk pikuk keramaian suasana ala pelabuhan ikan.

Berbekal keterampilan menawar, seorang teman, Bunda Desi berhasil menawar udang windu seharga 90ribu rupiah dari harga permintaan pedagang sebelumnya 110ribu/kg.  Saya mendapatkan cumi seharga 55 ribu sekilo dari tawaran pertama 65ribu rupiah.  Ikan kembung segar dibanderol 30ribu perkilo (belum ditawar).  Sahabat lain ada yang memborong kepiting, sotong dan ikan. *Sayangnya, saya gak tanya satu per satu harganya.

Ikan segar yang dijual di Gudang Lelang

Suasana pantai yang kebetulan juga habis diguyur hujan menyebabkan bau amis dan aroma laut sesekali menyeruak, terlebih apabila angin berhembus kencang.  Namun, bagi para emak ini sih bukan masalah.

Sempet tertangkap tangan saat transaksi, iiih ... berasa dikuntit paparazi dan jadi celeb ala-ala hahay. Thanks for the gifs mami Nova Linda ...!


Keisengan saya berlanjut.  Sempet menyelinap sebentar ke salah satu gang, minta izin pada sejumlah nelayan setempat untuk memotret beberapa view kece ini.

View TPI Gudang Lelang


Tapi yang namanya emak-emak, sekalipun di suasana crowded ... sayang kalau gak berfoto ramean. Maka jadilah kami bergaya di pinggir pantai berteman tiang-tiang bangunan yang berdiri alakadarnya ha ha...



Perburuan hasil laut disudahi. Kamipun kembali menyusuri jalan menuju parkiran.  Aiih ... Lagi-lagi kami sempet-sempetnya memborong otak-otak ikan bumbu kacang dari sebuah lapak.  Jajanan enak ini memang sudah menjadi ciri khas setempat sehingga sangat mudah ditemukan. Harganya sekitar 10ribu rupiah saja per bungkus.

Sampai di mobil para emak itu tak habis-habisnya bertukar celoteh tentang hasil buruan yang didapat. Waaah ... Senangnya punya stok makanan segar dan bergizi untuk beberapa hari ke depan.

Eits!

Kalian jangan berani-berani ngaku pencinta seafood atau pengusaha kuliner berbahan makanan laut di seputaran Bandar Lampung, jika gak tahu tempat ini. 😄😄

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Viewer

Followers