Facebook  Twitter  Instagram

Ngobrol Santai Seputar Literasi di RRI Pro1 89.2FM Palangkaraya


Kembali mengudara meski durasinya tak lama memberikan pengalaman tersendiri, terutama untuk saya yang notabene mantan penyiar belasan tahun silam.  Sambil berbagi pengalaman, alam bawah sadar seolah mengajak diri bernostalgia, menapaki aura ruang siaran yang ngangenin.


Suatu hari di tahun 2016 ketika stay di Batam, saya dihubungi sahabat yang kebetulan sesama alumni santri karya MQFM Lampung, Mba Srie Rosmilawati.  Kebetulan Mila, begitu saya memanggilnya ... bersama dua sahabat hebatnya tengah mampir setelah mengikuti kunjungan kerja ke tiga negara -Thailand, Singapura, Malaysia dari instansi pendidikan tempat mereka mengajar.  Ketiganya adalah dosen di sebuah universitas di Palangkaraya.

Saat itu-lah awal perkenalan saya dengan host kece Mba AquaRini.

Sttt ... usut punya usut, mereka ini ternyata bukan sembarang dosen lho ... ketiganya juga andal di bidang lainnya. Mila dikenal sebagai pengusaha kuliner yang juga merangkap petinggi BetangTV, sebuah TV lokal di sana.  Mba Aqua Rini, side jobnya penulis sekaligus penyiar andalan RRI Pro1 Palangkaraya, sedangkan Mba Nurhalina dosen senior (kalau gak salah sudah meraih gelar doktor).

Seharian jadi guide mereka mengitari kota Batam meningalkan kesan tersendiri yang tak pernah terlupakan.  Selanjutnya, pertemanan kami terus terjaga melalui medsos besutan OM Mark alis Facebook hingga sekarang.

Permintaan Menjadi Narasumber


Selasa pagi sekitar jam 10-an, saat berkutat dengan urusan domestik rumah tetiba notifikasi messenger FB menyala.  Ternyata pesan dari dari Mba Aqua Rini, Wah! long time no see ...

Setelah menyapa ringan, Mba Rini mengajak saya untuk bergabung di acara "Obrolan Sore" yang diasuhnya.  Duh! Beneran kaget, kok bisa sih? Apalagi di sini saya diminta berbicara as writer.  I think kapasitas saya kayaknya belum mumpuni, masih banyak penulis lain yang lebih berprestasi bahkan penyiarnya itu sendiri -- menurut saya -yang wajibnya di wawancara.  Harusnya kemarin saya berseloroh ya, gimana kalau dibalik aja, saya yang penyiar ... beliau yang kuwawancara. xixixi

Sempat ragu dan ingin menolak, sebab jamnya bertabrakan dengan timing menjemput anak yakni pukul 16.00-17.00.  Namun Mba Rini yakin saya bisa dan mengerti teknisnya, jadi saya tetap bisa mengudara by phone meski dalam keadaan menyetir sekalipun.

Setelah berpikir sejenak, Bismillah ... akhirnya mencoba memberanikan diri untuk menyanggupi kepercayaan yang diberikan.

Pengalaman Kembali Mengudara


Tepat pukul 16.00 saat diperjalanan menuju sekolah para krucil, Mba Rini menghubungi.  Telepon pertama belum tersambung ke studio, hanya arahan singkat sebelum on air.

Terbayang di pelupuk mata kesibukan ruang siaran, apalagi jika harus on air dengan narsum by phone sementara yang bersangkutan pun stay di luar kota.  Semoga signal bersahabat, semoga operator bekerja dengan baik, semoga peralatan studio gak ngadat, semoga Allah menenangkan hati kami ... Lagi-lagi saya mencoba berdoa dalam hati, semoga urusan kami dimudahkan.

Selang beberapa menit kemudian, telepon kembali berbunyi ... lalu kami pun mulai berbincang santai.  Di mana saya kala itu? Parkir sejenak di depan masjid dekat sekolah anak ... ha ha ha.

Oya, kalian pasti kepo kok bisa sih siaran di Palangkaraya bahkan berskala Nasional sementara narasumbernya dihubungi by phone di Bandar Lampung? Well, Semua berkat teknologi bernama "Radio Streaming".  Hampir semua radio zaman now dilengkapi fasilitas ini. Jadi, kalian tetap bisa mendengarkan siaran radio manapun yang diinginkan melalui internet, caranya masuk dulu ke website radio yang dituju (contoh: www.rri.co.id) lalu klik siaran online yang tersedia di sana.

Apa saja yang saya siapkan pra siaran? Tentu saja materi yang akan dibagi, HP dengan baterai memadai dan headset.  Bagaimana dengan mental? Itu juga penting supaya gak grogi saat bicara hehehe.

Meski format acaranya satu jam, secara teknis saya bicara hanya setengah jam.  Tentu saja karena acara radio kan kepotong jeda iklan, jingle radio, lagu dsb.

Apa saja sih yang kami bicarakan? secara garis besar saya rangkum sekilas di sini.

Q :  Bisa diceritakan awal mula menekuni profesi/hobi sebagai penulis?

A  : Sejak SMA memang suka nulis cerpen, lanjut kuliah sering ikut lomba penulisan ilmiah, lalu terakhir kerja di radio as scriptwriter.  Fokus nulis buku justru awalnya atas ide anak sulung, akhirnya keterusan sampai sekarang. Selalu berusaha nulis tiap ada kesempatan.

Q : Dapet ide penulisan dari mana aja?

A : Bisa dari kejadian sehari-hari yang dialami, melihat sekeliling, curhatan orang lain, baca buku orang lain, nonton TV, bahkan denger lagu kadangkala bisa menginspirasi.

Q :  Dulu denger-denger penyiar juga, enak mana siaran atau nulis?

A : Dua-duanya punya tantangan tersendiri.  Kalau ngomong langsung itu sifatnya spontan, memberi pengalaman mengatur bicara sambil berpikir, sedangkan nulis karena bisa diedit lebih memberi kesempatan menuangkan seluruh ide dengan diksi yang sesuai keinginan.

Q : Lebih milih mana?

A  : sekarang lebih fokus nulis.  Masa-masa siaran sudah berlalu buat saya.

Q :  Kasih bocoran tentang pendapat mba khususnya di dunia jurnalistik dong, apalagi kita baru saja memperingati HPN (Hari Pers Nasional) kemarin.

A  :  Karena belakangan banyak sekali bermunculan media dan jurnalis yang kurang netral dan berimbang memberikan informasi, semoga peringatan HPN menjadi tonggak para jurnalis untuk lebih bersikap profesional saat menyampaikan berita. Semoga hoaks-hoaks yang beredar juga bisa diminimalisir dengan informasi yang akurat, tepat dan berimbang.

Q  :  Ada sms masuk dari pendengar, nama ... pertanyaannya bagaimana mengatasi rasa tak pede saat tulisan dibaca orang lain?

A  : Terus saja menulis dengan tujuan berbagi, setiap tulisan akan menemukan panggungnya sendiri, jodoh pembacanya sendiri.  Seiring waktu dengan rajin menulis kualitas tulisan akan semakin baik dan kemampuan berbahasa lebih terasah.  Belajar terus teknik penulisan, sering-sering buka EYD, PUEBI dan KBBI, bila perlu ikut komunitas penulisan untuk saling menularkan semangat berkarya

A :  Denger-denger suka mendongeng juga untuk anak-anak?

Q :  iya belakangan ini sering praktek rekaman mendongeng bersama anak-anak.  Semua atas dasar pengalaman siaran juga sih awalnya, karena dulu juga pernah pegang acara anak-anak.  Pertamakali berhasil merekam sendiri, anak-anak malah ketagihan.  Lumayan bermanfaat untuk mendekatkan hati dengan anak-anak sekaligus mengasah imaginasi dan kreativitas mereka.

Q :  Ada kiat atau tips yang bisa dibagikan agar anak-anak punya kegemaran membaca?

A :  habits membaca harus di mulai dari rumah sejak dini, orangtua harus bisa meluangkan waktu untuk mendongeng atau membacakan cerita. Dekatkan anak dengan buku, fasilitasi mereka bila perlu jangan pelit berinvestasi ilmu dengan membelikan anak-anak buku bacaan berkualitas.

Apalagi ya? Kayaknya ada satu dua bahasan yang terlewatkan tapi secara garis besar begitu isi perbincangan santai saya bersama host keren RRI Pro1 Palangkaraya Mba Aqua Rini.

Senangnya bisa mengudara lagi walau hanya sebentar.

Saya sangat mengapresiasi kepercayaan RRI Pro 1 Palangkaraya, semoga obrolan sore kemarin bermanfaat untuk semua. AAMIIN.


💗💗💗


2 comments:

  1. Setuju, Mak. Tulisan kita nantinya akan menemukan jodohnya sendiri ya. Enggak perlu khawatir

    ReplyDelete