5 Tanda Samudera Cinta Allah yang Tersembunyi


Pepatah lama menyebutkan: Kasih ibu (kepada anaknya) sepanjang jalan.  Namun andai kita semua menyadari bahwa cinta kasih sayang Allah melebihi kasih sayang ibu kepada anak-anaknya.
HR Muslim 
"Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hambanya daripada ibu ini kepada anaknya"
Itulah sebabnya Allah memberikan kebaikan-kebaikan yang dapat menyelamatkan manusia dari neraka dan memasukkan mereka ke dalam syurga.
Allah berfirman dalam surat Baqarah ayat 105
مَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِيْنَ اَنْيُّنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّکُمْ ۗ  وَاللّٰهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
 Artinya:"Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar."
Bayangkan, kepada manusia yang tak mengakui keesaan Allahpun, Ia tetap memberikan rahmat pada mereka yang dikehendaki.  Apalagi kepada muslim?

Hanya saja, terkadang bentuk kebaikan Allah itu seolah tertutup oleh banyak hal semisal musibah dan kesulitan hidup.  Padahal terkadang kedua hal itu diberikan semata-mata untuk menyadarkan betapa besarnya kasih sayang yang Allah miliki kepada manusia.

Kecenderungan manusia menilai kebaikan Allah melulu mengukur sebatas kenikmatan dalam hidup, semisal kemudahan dalam ikhtiar rezeki, kesehatan, dan kekayaan.

Padahal di dalam islam, kenikmatan terkadang juga bisa berarti istidraj, yaitu keadaan di mana Allah berikan dunia kepada manusia, padahal Ia sudah tidak perduli lagi kepadanya.  Manusia tersebut hanya menunggu balasan atas perilakunya semasa hidup di hari kiamat dan Allah hanya menangguhkan siksaan agar ia bersenang-senang sebentar saja di dunia. Nauzubillah.

Tertulis dalam Al Quran surat Al-Hijr 49-50: 


Beberapa samudera cinta Allah yang terselubung dan kerap tak di sadari manusia di antaranya berupa:

1. Saat Allah sibukkan manusia dengan amal shalih.

Ini adalah kenikmatan yang tak semua hamba Allah sadari.  Waktu luang adalah rezeki yang kerap dilalaikan, namun ketika seorang muslim mampu menggunakannya untuk kesibukan yang bermanfaat dan amal shalih, maka itulah bentuk cinta Allah yang luas untuknya.

2. Ketika manusia dipercepat sanksinya di dunia berupa berbagai permasalahan hidup.

contohnya ; sakit dan gagal dalam ikhtiar.


Terkadang sakit dianggap manusia sebagai azab ataupun cobaan atas dosa-dosa yang telah lampau.  Padahal bisa jadi itu adalah sarana pelebur dosa agar hambanya terbebas dari siksa neraka.

Sementara, banyak pula orang sudah berilmu paham bahwa kegagalan dalam hidup adalah bentuk Allah tak ridho atas yang ia kerjakan, dan memiliki rahasia lain yang jauh lebih baik di kemudian hari.

Beberapa kisah menceritakan bahwa siksa neraka itu sungguhlah pedih.  Bahkan salah satunya diibaratkan apabila sebongkah batu dari api neraka jika berada digenggaman sanggup mendidihkan otak manusia.

Maka sebab kasih sayang itulah, Allah sengaja menurunkan hukuman untuk hambanya di dunia guna menghabiskan dosa-dosa anak cucu Adam demi memperingan hisabnya di akherat. Percayalah sanksi berupa cobaan di dunia jauh lebih ringan ketimbang azab di neraka.

3. Saat manusia diberikan musibah

 Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.
(HR Bukhari)

Dalam surat Al An ankabut ayat 2, Allah berfirman:
اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا  يُفْتَـنُوْنَ
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?"

4. Saat diberikan sifat sabar

Diberikan kesabaran adalah salah satu kebaikan Allah kepada hambaNya.  Ketika manusia mampu bersabar baik dari musibah bahkan kesenangan sekalipun adalah tanda awal kebaikan Allah telah datang padanya.

Ini tercermin dari kisah para nabi, bahwa hampir seluruh utusan Allah menyampaikan risalah adalah orang-orang pilihan yang mampu melewati segala bentuk ujian dalam kesabaran.

5. Saat dijadikan paham agama

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam  masalah agama ini
( HR Muslim)
Ketika mukmin sanggup membedakan baik dan buruk, memilah aktivitas dunia sesuai hukum syariat mana yang perlu diutamakan, sebaliknya apa yang masih bisa ditangguhkan di sini adalah kebaikan Allah terlah jatuh padanya.

Orang yang berilmu lebih utama daripada mereka yang banyak beribadah.  Bukan berarti ibadah tak penting, akan tetapi derajat manusia yang berilmu lebih mulia di mata Allah. Sebab, bagaimana seseorang bisa beribadah dan beramal dengan baik, apabila ia tidak paham dasar ilmunya.

🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃🌺🍃

Diintisarikan dari kajian

📆Hari : Senin, 2  Desember  2019

⏰Pukul : 09.30 sd selesai

🕌Tempat : Masjid Ad Du'a.

👳‍♂Ustadz Irfan Taajussalaatiin

Tema Kajian:
"Ada Samudera Cinta Dari Allah dalam 5 Perkara "

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Comments

Popular posts from this blog

Emirate, Sensasi Mandi dengan Daun Sejuta Manfaat

Mengintip Peralatan Wajib Penyuka Seni Lukis

Milad 3 Tapis Blogger, Mencintai Lampung dengan Narasi dan Fotografi