Minggu, 15 September 2019

Saat Badai Berlalu



     
           Jumat, 13 September menjelang jam 13.00 sesuai jadwal yang sudah ditetapkan menggunakan kursi roda saya diantar perawat Rumah Sakit memasuki ruang operasi. Saat itu, suami menunggu di luar ruangan, karena peraturan rumah sakit hanya memperkenankannya mengantar sampai di pintu ruang operasi.

Masuk ruangan, seketika kulit diterjang rasa dingin sebab suhu ruang operasi disetel bak di freezer kulkas. Gigi pun mulai gemeretak.  Seorang perawat membaringkan diri menambahkan dua selimut menutupi sekujur tubuh. Sejenak berdoa memantapkan hati untuk menghadapi semua kemungkinan sesuai takdir yang Allah gariskan.

Benjolan di belakang leher kiri sebesar 2,5 sentimeter yang selama ini kerap membuat pegal daerah sekitar leher dan punggung yang disarankan dokter untuk dibuang sebentar lagi segera dienyahkan.  Belum diperoleh kepastian jelas apakah ini sejenis kista, pembengkakan kelenjar getah bening atau kanker. Sebab perlu penelitian intensif lebih lanjut dari "benda" hasil operasi yang berhasil diangkat dari jaringan tubuh.

Saya pribadi berharap efek selanjutnya tidak berbahaya bagi kesehatan setelah dilakukan pembedahan.

        Jauh sebelum memutuskan berkonsultasi dengan dokter bedah minggu lalu, sempat searching google tentang seputar penyakit yang diderita.  Menurut Halodoc.com kemungkinan benjolan yang saya alami mungkin disebabkan oleh salah satu di antara ini:

Gangguan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem imun, khususnya limfatik. Kelenjar ini mengandung sel-sel darah putih serta antibodi, sehingga kelenjar ini berperan penting dalam melawan infeksi dan penyakit. Saat tubuh terkena infeksi, maka ia akan menghasilkan lebih banyak sel imun. Meningkatnya sel imun pada kelenjar limfa inilah yang membuat pembesaran atau pembengkakan.

Kista

Kista yang membuat terjadinya pembengkakan pada leher anak ini terjadi pada saluran thyroglossal dan umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi, dokter biasanya akan melakukan pembedahan untuk mengangkat jaringan tersebut untuk mencegah risiko komplikasi.

Kanker

Beberapa jenis kanker diketahui dapat menyebabkan munculnya benjolan di leher. Jenis kanker tersebut bisa jadi kanker leukimia, kanker mulut, dan beberapa jenis kanker lainnya.

           Pasca pertemuan dan konsultasi melihat dari ciri-ciri dan gejala yang saya alami, menurut dokter bedah yang menangani, kemungkinan saya hanya mengalami masalah kista.  Semacam jaringan yang tumbuh di bawah kulit atau orang awam lebih mengenalnya dengan istilah tumor jinak.

Tubuh sudah terbaring pasrah di meja operasi dan terhubung dengan peralatan medis penunjang seperti monitor detak jantung. Sempat mendengar dokter menginstruksikan mekanisme pembedahan yang harus memiringkan tubuh saya ke arah kanan sebab posisi benjolan ada di sebelah kiri belakang leher.

Seorang perawat pria mendekat sambil tersenyum dan memberi penjelasan singkat lalu menyuntikkan obat bius di selang infus di pergelangan tangan kiri.  Seketika dunia menjadi gelap gulita.

Sekitar hampir dua jam proses operasi berlangsung, akhirnya saya kembali siuman saat dalam perjalanan kembali ke kamar perawatan. Masih dalam efek obat bius yang menyebabkan kepala seolah terus berputar dan pandangan gak fokus. "Rasanya gimana?" Samar-samar wajah suami mendekat.  I said.  "Seperti abis nabrak tiang listrik, atau turun dari roller coaster." Entahlah ... yang jelas setiap bangun mencoba duduk dari posisi tidur saya memuntahkan seluruh isi perut sampai habis. Dan itu berlangsung hingga azan isya.

After sholat yang dilakukan duduk meski kepala pening, saya kembali tertidur pulas. Sesekali terjaga mencoba menyentuh belakang leher yang terasa kebas, namun yang didapati sebagian besar tertutup oleh perban. Dua kali juga sempat membuka mata ketika perawat  menggoyangkan lengan untuk menyuntik antibiotik dan obat penahan nyeri namun hanya bisa saya jawab dengan anggukan. Entah jam berapa.

Baru menjelang subuh, setelah efek obat bius benar-benar hilang, saya mampu berdiri dan berjalan tegak.

Apa yang pertamakali saya rasakan setelah semuanya kembali normal? Lapar ... ha ha ha. Dasar! Untungnya gak ada pantangan jenis makanan apapun yang disarankan dokter. Maka jadilah bubur ayam sebagai menu penyemangat hari setelah KO semalaman.

Pukul 11.00 siang, setelah dokter berkunjung ke ruangan dan memastikan semuanya berjalan baik, saya pun diperbolehkan pulang ... Tetapi diharuskan kembali lagi seminggu kemudian untuk kontrol pasca operasi sekaligus mendengar hasil laboratorium.

Serasa mimpi, ketika semuanya telah terlewati.  Hanya bisa mengucap syukur kehadirat Illahi.  Sebab, segala penyakit datangnya hanya dari Allah, dan kembali pada Allah.  Tidak ada satu kejadian pun yang luput dari takdir dan kuasaNya.

Seumur-umur baru ini berurusan dengan pisau bedah.  Di kala usia memasuki kepala empat di mana kondisi tubuh masih dalam keadaan prima.   Wallahualam, anggap ini teguran sayang Allah untuk terus memperbaiki diri, menjaga nikmat sehat dengan pola makan yang baik.

Next semoga hasil lab juga tidak mengkhawatirkan, sehat selalu untuk diri dan para emak-emak sedunia ...

#odop
#estrilookcommunity
#day14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sihir si Anak Lebah berlanjut di Lovely Glacie

Sedetikpun rasanya enggan meletakkan novel Lovely Glacie yang baru diterima magrib 13 Nopember lalu.  Banyak hal yang membuat sayang berh...

Terpopuler