Menyikapi Berita Viral dengan Proporsional

January 19, 2022

 Bunda, kenapa sih gak mau nonton film "Layangan Putus?"


Minggu lalu si bungsu saya tiba-tiba menanyakan hal itu.  Sejenak saya terdiam sambil berpikir jawaban terbaik sesuai versi saya.


"Pertama karena bunda emak-emak yang masih suka baper, takutnya ntar kebawa emosi sehari-hari kalo ikutan nonton, kedua, gak seneng aja karena film itu kok lama-lama jadi membuat citra islam jadi jelek, padahal zina dan poligami itu bagai bumi sama langit, jelas beda."


"Tapi bukan berarti bunda gak tahu sama sekali sih, at least dikit-dikit lihat spoilernya di Tik-Tok, karena memang sesekali muncul di beranda.  itupun kebanyakan di SKIP," lanjut saya.


Lalu obrolan kami mengalir, seputar hukum poligami, syaratnya, dalil zina, ancaman wanita yang merusak rumah tangga orang di yaumil akhir dll.  Mungkin buat mamak-mamak lain apa gak kecepetan membahas itu pada anak perempuan berusia 10 tahun?  Tapi jujur saja, kedua anak saya memang terbiasa ngobrol dengan topik apapun sekalipun rada berat.  Tinggal bagaimana kita menggunakan kata dan pola pikir layaknya usia mereka.


"Jadi, apakah bisa adil. kalau ibarat boneka saja ketika adek punya yang baru, maka yang lama tetap akan disayang dan dimainkan bersama boneka yang baru?"


Jawabannya kami berdua sepakat poligami itu tentu sulit, sekalipun syarat dan ketentuannya berlaku. Dan sebagai muslim kita gak boleh menafikan jikalau poligami ada dalam syariat, atau bahkan membencinya. 


Belakangan, layangan putus memang viral.  But its does'nt means bagi yang gak nonton tottaly tutup mata, cukup disikapi saja secara proporsional. Bagaimana pandangan dari sisi syariah dan lain-lain juga harus diketahui. Sehingga kita bisa menilai dengan adil, gak serta merta ikut menghujat dan menggibah sana sini baik kepada tokoh, penulis, dan orang-orang yang terlibat dalam cerita itu.


***

Lain lagi dengan minggu ini, sekalipun sama sekali gak melihat videonya.  Diri sempat kepo, dengan video viral pasangan yang bersenggama namun maaf dari vagina si wanita keluar belatung.  Fix! ini sie sakit jiwa menurut saya. Karena sepanjang yang saya tahu belatung hanya ada pada bagian daging yang busuk.  Jadi, sekalipun gak nonton otak saya traveling, gimana bisa? 


Ternyata setelah gooling itu termasuk kelainan seksual.  Formicofilia, semacam kelainan seksual dimana seseorang ingin merasakan sensasi tubuhnya dirambati binatang/sesuatu saat berhubungan seksual.  Dan lebih gilanya lagi, bukan cuma belatung, intinya sesuatu yang melata atau sejenisnya, misal cacing, kelabang, dan lain-lain. Nauzubillah... ngebayanginnya aja sudah pengen muntah.


Kenapa ini bisa terjadi? Mostly, karena ada pengaruh budaya sex bebas, gonta-ganti pasangan membuat seseorang merasa hubungan kelamin hampir gak ada sensasi lagi, alias monoton.  So, Pengen cari sensasi lain. Ditambah dunia medsos sekarang kian meraja, sehingga orang yang gak memiliki basic akidah yang baik akan menghalalkan segala cara demi konten, syahwat terpenuhi, dan meraih viewer menyampingkan rasa malu or harga diri.

***


Gambar pribadi gak ada hub-nya dg tema xixi ❤️🙏


Lalu ada lagi video beberapa emak-emak dan anak muda yang menantang tsunami kecil, entah di daerah mana di tanah air kejadiannya. Yang jelas, berita inipun bikin saya tak habis pikir.  Entah apa yang ingin dibuktikan mereka sampai rela terjengkang-jengkang seolah menertawakan ajal.  Untung selamat nggak mati beneran.  Coba direnungkan,  nilai manfaatnya apa? Hanya karena ingin terlihat keren di medsos?! Ya salam! Sinting.

***

Bagaimana menyikapi berita viral dengan tidak berlebih-lebihan? 



Ingat, waktu itu berharga

 

Begitulah dampak media sosial dan internet sudah menyerang kehidupan sehari-hari.  Banyak manusia lalai mengisi waktu dengan hal-hal yang unfaedah.  Bahkan tak jarang, demi konten melawan nalar dan syariat.  Padahal jelas-jelas dalil yang menyerukan agar manusia berhati-hati dengan waktu.  dalam surat Al Asr 1-3.


Nabi muhammad SAW juga menasehati manusia akan bahaya waktu luang, "Dua nikmat yang banyak manusia tertipu adalah sehat dan waktu luang." (HR Bukhori, Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Kadangkala kita harus tegas pada diri sendiri, kapan memegang gadget, kapan hanya sekedang scrolling atau membaca berita yang bermanfaat.  Sekadar tahu boleh, selepas itu lupakan, kembali lagi ke alam nyata.  *jewerkupingdewe


Kembalikan kepada syariat

 

Tanyakan segala sesuatu yang dikerjakan itu bertentangan dengan syariat gak?  Misal nonton video viral yang menampakkan adegan tidak senonoh.  Tentu sudah termasuk zina mata. Kalau sekadar ingin tahu kasusnya seperti yang di atas, scrolling dari sisi ilmu pengetahuan, penyebabnya, ancaman kesehatan inshaAllah tak mengapa, apalagi kalau ditulis ulang dari sisi medis atau agama, malah kita bisa dapet pahalanya. iye gak?


Begitupun dengan video orang-orang menantang maut. Menurut saya itu sie gak ada manfaatnya sama sekali.  Malah seolah-olah mengejek Allah bahwa merekalah manusia yang hebat, tak terkalahkan seolah ajal itu sesuatu yang main-main. Kalau mati beneran, konyol.  Sama saja dosa besar karena termasuk bunuh diri.  Padahal, sebagai makhluk ... ajal adalah keniscayaan dan untuk yang beneran malaikat maut menjemput, apakah kita sudah pasti memiliki persiapan untuk menghadapinya? Ngerii...


Istirahat sejenak dari Medsos

 

Mungkin kalau saya ini jadi pilihan terakhir, sebab bagaimanapun juga agak susah menjauhkan diri dari mengintip medsos.  Apalagi tuntutan pekerjaan juga membuat saya harus sering membuka chat, message, dll.  Tapi khusus buat medsos tertentu yang timelinenya banyak menyajikan cuplikan yang bikin hati ketar-ketir, seperti FB, reels IG atau Tik Tok, biasanya saya hanya membuka seperlunya, semisal saat ingin upload sesuatu saja atau membalas komentar yang perlu ditanggapi.


Fokus pada kegiatan Bermanfaat

 

Setiap orang pasti punya prioritas masing-masing dalam kehidupannya, entah itu hobi, dakwah, keluarga, pekerjaan yang tengah deadline, urusan domestik rumah, dll.  Nah, memilih menyibukkan diri sangat ampuh untuk menghindari pengaruh berita viral tak bermanfaat.  


Berbahagialah jika Allah kasih kalian banyak kesibukan baik, karena setidaknya waktu kalian habis untuk mengurusi diri sendiri atau diisi dengan hal-hal bermanfaat.


Salam sehat jiwa raga hehehe .....



No comments:

Powered by Blogger.