Geliat Dunia Suara, Peluang Menjanjikan di 2021

April 27, 2021


Saya mengenal dunia suara sebenarnya sudah lama, sekitar tahun 2002-2007.  Kala itu saya berkesempatan berkecimpung di dunia broadcasting, tepatnya siaran radio.


Hampir lima tahun bekerja di sana, memberikan banyak pengalaman dan ilmu yang bermanfaat seputar publik speaking, jurnalisme radio, siaran, hingga voice over talent.


Khusus voice over talent atau pengisi suara, sekalipun sudah lama menggantungkan mic studio, pertengahan 2020 saya seolah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) dengan dunia itu.  


Dunia pengisi suara ternyata belakangan berkembang begitu cepat, terutama saat pandemi melanda.  Ketika kebutuhan jasa pengisi suara meningkat, didukung perkembangan teknologi internet juga kian maju, ditambah pasar global yang tak terbatas pengguna lokal menjadikan kesempatan job di bidang ini terbuka luas.  Para talent bahkan mulai diberi kesempatan audisi dan bekerja secara remote (take voice di rumah atau di manapun asalkan menghasilkan kualitas rekaman yang baik).


Perjalanan saya kian mantap terlebih, saat berkesempatan bergabung dengan Komunitas Voice Over, Dubber, Announcer Indonesia (KVDAI) akhir tahun lalu.  Sering mengikuti kelas VO dan sharing para mentor, melecutkan semangat diri untuk kembali melirik bidang yang dulu pernah bersinggungan dengan kehidupan sehari-hari.


Batin saya berbisik, ini peluang yang cukup menjanjikan!



Apa yang dibutuhkan untuk menjadi freelancer VOT?


Bicara seputar skill Voice Over Talent (VOT), senjata andalannya adalah suara.  Siapapun bisa menjadi talent, sebab tidak ada suara yang jelek.  Akan tetapi yang membedakan adalah suara terlatih dan tidak terlatih. Tidak juga ada batasan umur di dalam profesi ini.  Ini yang membuatnya menarik, sebab hanya keluaran suara kita yang diutamakan, tidak ada patokan umur, fisik, dll, as long as suara kita masih clear dan terjaga baik.


Intinya, klien suka warna suara kita, maka peluang bisa kapan saja datang.  Yang terpenting adalah bagaimana menghasilkan rekaman yang berkualitas dan menjalin hubungan baik dengan mereka.  Bahkan terkadang tanpa perlu tatap muka. Jadi, job ini tak menutup kemungkinan juga buat siapa saja yang tinggal di pelosok desa sekalipun, asalkan ada dukungan sinyal internet dan telepon.  


Walau pernah berpengalaman mengisi beberapa iklan di radio kala itu, latihan dan mengasah skill yang dibutuhkan semisal pernapasan, speed reading, menggunakan tone suara, intonasi, aksentuasi, ekspresi, dll, mutlak diperlukan.  


Hampir setiap hari saya berlatih membaca skrip dengan berbagai style, terkadang belajar dubbing menggunakan video yang diambil dari youtube ataupun pemberian mentor dari komunitas. Tak lupa memerhatikan para suhu dibidang VOT seperti Bimoki, Anitha Martha, Ruli Austin, dll sebagai bahan referensi.  Selalu mentengin akun medsos mereka menjadi rutinitas dalam keseharian. Berbagai hasil latihan/challenge bersuara itu kemudian di posting di medsos sebagai branding as VOT. 


Bila perlu buat website atau blog khusus sebagai pengisi suara.  


Nah, khusus untuk website atau blog yang kalian gunakan, kalian bisa mempercayakan Exabytes sebagai hostingnya.  Exabytes Indonesia merupakan penyedia layanan web hosting Indonesia yang bisa membantu anda, para pelaku usaha (UMKM/UKM), menjaga semua website 24 jam tanpa henti sehingga Anda bisa fokus pada pengembangan bisnis di area yang lain. 


Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun tepatnya sejak 2001 melayani pelanggan di seluruh dunia, Exabytes mengerti kebutuhan Anda. Semua kebutuhan bisnis online mulai dari Pendaftaran Domain, Web Hosting hingga Digital Marketing bisa dipercayakan di sini.


Silahkan klik linknya Https://www.exabytes.co.id untuk informasi lebih lanjut.



Salah satu hasil challenge yang digunakan sebagai branding

After mempersiapkan suara, tools/perlengkapan, Januari lalu saya memutuskan membeli perangkat penunjang untuk rekaman sederhana di rumah.  Pilihan saya jatuh pada mic condensor Recording Tech X1, alasannya karena mic ini cukup terjangkau dengan isi kantong (kisaran harga sekitar 500k), mudah aplikasinya dan bisa dipakai untuk rekaman menggunakan HP ataupun laptop di rumah.  Oya, mic jenis ini harus menggunakan perangkat tambahan minimal phantom power (harga 100-150k) atau soundcard untuk mengaktifkannya.  


Alternatif pilihan lain, kalian bisa menggunakan mic klip on untuk latihan sehari-hari atau menunjang proses rekaman di rumah (kisaran harga 100-200k brand Boya reccomended buat dicoba)


Selain itu aplikasi di HP dan laptop di singkronkan, yakni dengan menambah program audiolabs, capcut, CHKSND, kine master di android sebagai penunjang kerja.  Di laptop saya mengunduh program audacity untuk menunjang rekaman dan editing suara.


Terakhir, khusus untuk para VOT yang bekerja remote terutama single operation di rumah, harus rajin berlatih menggunakan perangkat editing voice, bagaimana teknik menggabungkan video dan audio, rekaman dengan meminimalkan noise.


Belakangan, sebenarnya saya mulai membutuhkan ruangan kedap suara, sebab kondisi di rumah kurang kondusif untuk take voice di siang hari.  Akan tetapi berhubung menyiapkan ruang khusus rekaman beserta toolsnya membutuhkan dana yang tidak sedikit, sementara rekaman masih di tempat seadanya, dan waktunya diakali dengan memilih jam subuh ataupun tengah malam yang relatif sepi.



Awal terjun di dunia VO, saya hanya berusaha rajin mengupload hasil latihan di FB ataupun IG.  Belakangan ada tim yang membantu, membuat portofolio yang menarik lalu di pasang di google bussiness dan platform yang menyediakan jasa freelancer pengisi suara.  Kalian bisa coba www.indovoiceover.comwww.voice123.com, dll.


Pecah telur pertama itu justru datang dari teman-teman terdekat yang memiliki usaha kafe dan beberapa job di instansinya.  Berawal dari situ, semangat kian menyala, ternyata selain mendapat tambahan uang jajan, menjadi voice over talent itu bisa mengembangkan relasi dan silaturahim dengan sahabat lama.


Selain itu, menjaga hubungan baik dengan para sahabat sesama VOT/dubber juga penting, sebab itu juga bisa menjadi peluang mendapatkan job rekaman.  Bisa jadi para sahabat memberikan limpahan pekerjaan entah itu pengisi narasi youtube, iklan di internet, dubbing lagu cerita anak, audiobook, dll.



Video : salah satu job VO yang pernah didapat



Yang jelas menjadi VOT/dubber itu bisa dijadikan profesi yang serius. Sekalipun jujur saja, buat saya yang saat ini-- terhitung new comer --- masih sebatas hobi yang menjanjikan.  


VOT talent itu flexibel jam kerjanya, bisa dikerjakan di mana saja baik di rumah ataupun studio, waktunya terserah talent asalkan sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan klien, bahkan kelakar kami para emak-emak bisa take voice sambil dasteran, hehehe ....


Kalau ditanya berapa tarif yang baku untuk jasa voice over talent? Ini yang butuh pembahasan panjang.  Sebab pertanyaan ini tentu memiliki jawaban berbeda-beda tergantung masing-masing talent.  


Ada VOT yang mematok harga permenit minimal 100k sekali take.  Namun tak jarang untuk satu channel youtube ada yang menerima honor di bawah itu.  Semua tergantung per individu menghargai skillnya sendiri.  Yang jelas kalau para VOT yang sudah punya nama dan berpengalaman, akan menetapkan harga ratusan hingga jutaan rupiah per take ataupun per paket, sebab mereka juga harus memperhitungkan jasa sewa studio ataupun kerja tim.


Untuk job yang berasal dari mancanegara saya kerap dibisiki para senior untuk memasang harga di atas rate card lokal, sebab biaya sewa studio di Indonesia itu terhitung murah meriah.


Gimana, tertarik mau mencoba dunia ini?


Atau kalian tertarik menggunakan suara saya untuk kepentingan channel youtube, audiobook, iklan dll? Silahkan intip salah satu video channel youtube saya ini, nomor kontak Bit.ly/chat-mega1


Salam.



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Exabytes season 2




#blogger

#lombablog

#blogging 

#lombablogseason2exabytes





No comments:

Powered by Blogger.