Oleh-Oleh Cerita Kopdar #14 KVDAI

December 08, 2020

 


Sekitar lima tahun (2002-2007) pernah berkecimpung di dunia broadcasting di Bandar Lampung memang memberikan warna tersendiri bagi hidup saya.  Dunia suara itu selalu ngangenin, nggak cuma atmosfer ruang siarannya tapi persahabatan yang terbina antar sesama kru radio, bahkan sekalipun dari gelombang yang berbeda.  


After 10 tahun menggantung mic karena menikah dan mendampingi suami bertugas ke beberapa kota di nusantara, akhirnya saya kembali ke kota kelahiran.  Sayangnya dua radio kebanggaan tempat dulu bernaung sudah almarhum. Hiks! Dalam hati sempat berkelakar sendiri, apa jangan-jangan saya yang membawa kutukan sehingga kok bisa kompak dua radio itu gulung tikar. Ha ha. Ups!


Badly to confess, i also miss playing with my voice!  


Untuk jadi penyiar or newscaster lagi, maybe kesempatan itu sudah sangat-sangat kecil.  Selain faktor umur, status ibu dua anak tentu juga akan menyulitkan ruang gerak.  Tapi bagaimana dengan job as dubber or voice over talent?


Jujur saya, keduanya sangat-sangat menarik apalagi belakangan pandemi memaksa semua orang harus berfikir kreatif dan inovatif. Kerap memerhatikan VOT/dubber beken di medsos dan TV, kayaknya asyik banget kerjaannya.  Kalau soal fee jangan ditanya ... Pastinya menggiurkan.  Ditambah kemudahan bisa bekerja di mana aja, tanpa harus ngantor or terikat jam kerja.  Ini sih, benar-benar pekerjaan impian!


Kenalan dengan Kang Dede Sang VOT/Dubber Keren


Tak terasa kopdar virtual Komunitas Voice Over Dubber and Anoouncer Indonesia (KVDAI) sudah memasuki pertemuan ke 14 minggu malam lalu.  


Saya pribadi cukup rajin join terlebih jika temanya seputer VOICE OVER atau dunia pengisi suara.  Nah, kebetulan banget kopdar rutin mingguan komunitas kebanggan itu mengundang kang Dede Ariez Setiawan. 

Siapa sih dia?  


Monggo dibaca biodatanya ... Yang jelas beliau VOT kenamaan yang punya pengalaman seabrek di dunia pengisi suara and dubber.

Banyak ilmu yang dibagi mulai dari awal mula merintis profesi ini, hingga teknis mengisi suara mulai dari peralatan yang diperlukan hingga skill VOT itu sendiri.  


Yang menarik beliau mengatakan untuk menjadi VOT profesional gak mesti harus ke ibukota, tapi bisa di desa sekalipun asalkan ditunjang peralatan mumpuni.  Asal kalian tahu kang Dede ini punya tugas lain as KADUS alias kepala dusun di daerah Bandung Selatan. Xixi.


Sebagai langkah awal menurut kang Dede, kalian yang minat profesi ini bisa memulai dengan membuat portofolio semacam sample voice, yang bisa disematkan di beberapa job marketplace seperti  www.fiverr.comwww.bunnystudio.com, www.voice123.com, www.voices.com.


Selain itu pertemanan baik alias relasi antar VO/dubber kerap juga membuka peluang job-job datang menghampiri.


How about the tools? Sekalipun peralatan penting, namun tools jika tidak ditunjang skill atau suara yang baik juga akan sulit diterima client.  Jadi, keduanya akan saling mendukung.  Untuk awal-awal bisa pelan-pelan dimulai dengan menggunakan mic dan program komputer yang menunjang, bisa pakai megamix, audacity, atau adobe audition.


Acara yang di pandu oleh Resyi Azhari dan co host Rini Christina itu cukup bikin betah para member lain untuk terus menyimak acara hingga selesai.



Di ujung acara sempat ada sesi praktek membaca skrip iklan oleh para member KVDAI yang langsung dikoreksi oleh kang Dede. Benar-benar seru.

Kopdar malam itu diikuti sekitar 40an member aktif yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mancanegara, juga disiarkan live di channel youtube KVDAI.



Ehm ada kutipan menarik nih dari kang Dede:




Nah itu dikutip saat beliau menjelaskan di awal-awal berkarir sempat dibayar dengan harga "pertemanan" bahkan ada yang sama sekali tidak ada honornya. Semua atas dasar kecintaannya pada bidang ini.  Pelan-pelan saat portopolio mulai tersebar dan banyak dikenal luas, calon klien pun mulai berdatangan hingga menanyakan ratecard.  Lho memangnya bayaran VOT berapa sih standarnya? Nah ini tergantung masing-masing individu dan skill yang dipunyai.  Tentu aja masing-masing pribadi beda ya mau pasang harga berapa.  


Ya mirip-miriplah dengan dunia blogger, masing-masing mereka tentu punya standar untuk jasanya, sesuai dengan skill yang dimiliki.


Kayaknya sekian dulu ocehan ngalur ngidul saya seputar VOT, buat yang tertarik komunitas KVDAI silakan kepoin group FB ataupun IG dengan nama yang sama. 

See you ... 🥰🥰


1 comment:

  1. Aku dulu sempat punya keinginan jadi penyiar radio. Eh tapi sadar diri suaraku cempreng wkwkwk. Meski nggak kesampaian seenggaknya nyobain podcast buat mewujudkan hasrat terpendam wkwkkw

    ReplyDelete

Powered by Blogger.