Dental Crown, Seberapa Penting?



Pagi itu saat menggosok gigi, saya menemukan sesuatu yang janggal pada gigi depan.  Sepertinya ada yang goyah dan hampir lepas.  Duh! ini sih gawat, tambalan gigi depan agaknya somplak lagi.


Saat kuliah entah semester berapa, saya tak ingat lagi tepatnya ... terjadi peristiwa pertamakalinya gigi depan patah.  Faktor utamanya karena tersenggol sendok saat makan sambil bercanda dengan teman, selain itu memang gigi sudah agak rapuh dari dalam akibat pengeroposan.  Maklum saja, saya sejak kecil kurang mendapat edukasi yang baik dalam memelihara kesehatan dan kebersihan gigi.  Kesadaran itu muncul belakangan setelah mulai memasuki usia remaja atau ABG, tapi sayangnya gigi depan sudah mulai mengalami kerusakan dini.


Tak heran, akibat benturan sedikit saja dengan sendok, salah satu gigi kelinci saya pun patah nyaris sebagian.  Waktu itu paniknya bukan main, harap maklum pemandangannya nampak horor sangat mengganggu penampilan, apalagi dulu kan masih jomlo ... serasa dunia runtuh takut gak laku ha ha .... 


Untungnya salah satu teman pernah punya pengalaman yang sama. Saat itu dia hanya menyarankan cukup pergi ke dokter gigi untuk ditambal.  Karena informasinya gak spesifik saya asal datang ke dokter gigi puskesmas tanpa bertanya, pokoknya mau tambal gigi saja.  Walhasil, usai tindakan disodori kaca, sorry to say ... saya komplain, soalnya sambungan gigi terlihat jelas perbedaan warnanya. Tampak kurang sedap dan bikin gak nyaman karena posisi gigi kelinci kan sangat terlihat lawan bicara.


Tanya sana sini lagi (berhubung dulu belum ada situs ajaib om mark) akhirnya memperoleh informasi, kesalahan terletak pada saya yang kurang paham antara sambung gigi biasa dan laser.  Dulu sih masih minta duit sama emak, walau merogoh kocek agak mahal kala itu untungnya punya ibu sangat pengertian.  Beliau mengizinkan saya kembali mencari praktek dokter gigi yang bisa mengatasi masalah ini.


Kenalan dengan Drg. Marlina


Setelah hunting sana sini alamat  dan jam praktek beberapa dokter gigi ternama di Bandar lampung, akhirnya saya memilih  drg. Marlina yang berada di Jalan Antasari.  Alasannya dulu simple banget, dokter ini yang paling dekat dengan rumah dan namanya itu loh kebetulan sama dengan nama belakang saya ... hehehe.


Dentist


Lumayan panas dingin saat duduk di kursi pasien.  Apalagi sempat diomeli, saat membongkar hasil tambalan dari dokter sebelumnya.  Saya sih pasrah aja ... mending jujur menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.  


Gak sampai setengah jam, kelar ... saat berkaca, Wih! perfect ...! sekalipun buat kantong mahasiswa 200 ribu kala itu nyaris setara dengan uang kuliah saya satu semester.  


Sebelum pulang sang dokter memberikan beberapa edukasi tentang perawatan gigi, dan pantangan yang harus dilakukan karena bagaimanapun gigi yang hasil tambalan tidak sesempurna dengan ciptaan asli dari Allah.  Saya manyun kala disarankan tidak memakan makanan keras menggunakan gigi depan, mengurangi minuman berwarna semisal soda, teh, kopi. What?! yang terakhir ini sih berat sebab saya kopi lover gitu loh.


Walaupun sempat protes, sang dokter sempat tertawa dan bilang, intinya kalau patuh, dijamin 5 tahun sambungan tetap kuat.  Kalau nggak, ya resiko bakalan patah lagi dengan cepat.  


Waduuuh, mau gak mau harus nurut sebab kalau patah lagi repot juga ya ... selain biayanya gak sedikit, juga bikin ribet kudu bolak balik menghabiskan waktu untuk perawatan gigi lagi.  So, mau gak mau harus mulai disiplin saat mengkonsumsi makanan, tak lagi se-leluasa sebelumnya.


Di luar ekspektasi,  selang waktu patahnya sambungan yang dimaksud justru terjadi nyaris sepuluh tahun dari penambalan pertama.  Tepatnya setelah saya memiliki satu putera dan berdomisili di Jakarta.  Saat itu untungnya di sana juga dipertemukan dengan dokter yang bisa mengatasi masalah saya dengan baik.  Bedanya kala itu saya harus membayar tagihan sekitar 350ribu rupiah untuk menambal satu gigi.


Patah berikutnya terjadi selang 8 tahun kemudian, saat saya stay di Bandar Lampung setahun lalu, sempat diatasi  di klinik berbeda, namun sangat mengecewakan ... sekalipun penampakan sama.  Kekuatan tambalan hanya bertahan dalam hitungan bulan.


Akhirnya memutuskan kembali ke dokter Marlina, dokter yang sejak pertama menambal gigi depan saya.  Puluhan tahun ternyata sedikit membuatnya lupa.  Harap maklum pasien beliau tentu banyak sekali.  Apalagi saya perhatikan banyak yang berubah dari tempat prakteknya.  Sekarang sudah menjadi klinik besar yang tak hanya membantu mengatasi masalah gigi saja, melainkan kesehatan secara menyeluruh dengan dibantu dokter-dokter lain yang berpengalaman.


Berapa biaya tambal gigi laser saat ini? Kurang lebih 500rb rupiah Mak .... Kok kalau dokter lain ada yang murah? Bahkan di puskesmas belakangan sudah melayani perawatan ini tapi biayanya gak sampai segitu lho ...? Nah ... Ini kadang kan kita gak paham ya, Mak cuma cari yang murmer aja.  Ternyata bahan untuk sambung gigi laser itu beda-beda.  Silahkan tanya detil dokternya deh sebab gak semua dokter mau menjelaskan.  Yang jelas kalau bahannya bagus plus ditunjang pasien juga disiplin dalam merawat dan menggunakan gigi hasilnya lebih tahan lama.


Usai perawatan, saya menanyakan seputar pemasangan crown gigi yang pernah saya baca di internet.  Resiko apa saja yang akan dihadapi, kelebihan dan kekurangan, teknis pemasangan  serta biaya yang harus saya keluarkan jika memutuskan mengambil langkah itu.


Sang dokter terlihat sangat respect, karena ternyata saya lebih dulu tahu soal itu.  Namun masalahnya, untuk saat ini beliau sendiri belum menganjurkan langkah pemasangan perisai gigi sebab gigi depan saya masih berfungsi dengan baik, hanya somplak sebagian.  Sementara, she said sudah cukup di atasi dengan tambal laser.  Sekalipun resikonya suatu saat bisa kembali lagi jika terjadi masalah yang sama di lain waktu.


Apa sih Crown Gigi itu?


Dental crown adalah metode pemasangan selubung gigi di atas gigi yang rusak atau patah. Layaknya mahkota, crown gigi berfungsi untuk memperbaiki tampilan dan melindungi gigi dari kerusakan yang lebih parah. 


Sumber : pixabay

Crown gigi berbeda dengan gigi implan atau kawat gigi ya ...  Jadi dental crown layaknya perisai pada gigi serupa gigi asli.  


Apakah pemasangan crown gigi beresiko? tentu saja ada resikonya sekalipun cukup jarang terjadi.  Antara lain gigi menjadi lebih sensitif, tidak menutup kemungkinan crown berlubang sehingga gigi tetap bisa bolong, terjadi alergi terhadap bahan crown dental atau menimbulkan garis kehitaman pada gusi akibat crown gigi yang tertanam.  Untuk masalah ini pasien disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter setempat.


Sebagai informasi awal untuk bahan pertimbangan, karena saya pun belum memutuskan untuk melakukannya, crown gigi membutuhkan beberapa langkah. Tak sesederhana tambal menggunakan laser. Pemasangan crown memerlukan beberapakali perawatan dan langkah spesifik, yakni mulai dari foto rontgen gigi, cetak crown gigi yang membutuhkan waktu 2-3 minggu, pembersihan sekaligus pemasangan, serta pemantauan pasca pemasangan. Kesemuanya tentu memerlukan waktu dan kesabaran yang tak sedikit.  Mengenai biaya perawatan ini, bisik-bisik di seputaran Bandar Lampung mulai di angka 2 juta rupiah.  


Bahan crown gigi juga bermacam-macam, ada yang terbuat dari logam, rasin, porselen, stainless, dsb. Ini juga harus dipertimbangkan sebab tidak semua dokter memberikan informasi detil seputar bahan yang ia gunakan.


Berapa lama crown gigi bertahan? rata-rata dipastikan 10-20 tahun lamanya.  Oya, salah satu artis ternama tanah air ternyata menggunakan metode ini untuk mendapatkan tampilan kece lho ... siapa dia? Itu loh ... si cantik, mbak Olla Ramlan.


Kalau saya pribadi sih gak bermaksud pengen nyamain, *kebanting lah emak tak seberapa ini dengan seseartis mah!  Lagipula khawatir hukumnya jadi haram kalau tujuannya hanya untuk kecantikan.  Crown gigi akan lebih terasa manfaatnya jika dilakukan dengan tujuan untuk mencegah kerusakan gigi lebih lanjut, menutupi gigi yang rusak atau berubah warna atau membuat awet sambungan gigi.  Ibarat casing HP sih menurut saya ....


Jadi ... Seberapa penting dental crown? Tergantung kerusakan yang dialami oleh gigi itu sendiri.


Jika ingin melakukannya disarankan untuk mencari info selengkapnya dengan dokter gigi yang terpercaya ....


Referensi : https://www.alodokter.com/crown-gigi-dapat-memperbaiki-tampilan-dan-memberi-perlindungan#:~:text=Crown%20gigi%20atau%20dental%20crown,kuat%20jika%20dirawat%20dengan%20baik.

4 comments:

  1. wah kalau patah sih memang perlu ya. nah, mahalan mana kita pakai metoda di atas untuk gigi yang patah, atau gigi yg patah cabut lalu pakai gigi palsu

    ReplyDelete
  2. Mahalan crown dental mb. Kelebihannya kalau dental crown intinya kita masih mempertahankan gigi asli. Semua tergantung pilihan msg2 ya, lihat kantong juga hehe

    ReplyDelete
  3. Akupun belum kepikiran utk melakukan crown mba. Krn belum rusak juga. Kalopun sampe mengalami patah yg kayak mba, mnding tambal gigi laser sih. Tp aku ga mau juga cari yg asal murah. Yg terpenting kan bahannya bagus dan tahan lama, biar awet. Walopun agak susah juga utk ngikutin semua yg boleh dan tidaknya yaaa. :D. Trutama ga bisa menggigit yg terlalu keras. Soalnya gigi depan psti banyak kita gunain utk gigit makanan.

    ReplyDelete

Powered by Blogger.