Peresmian Rumah Tahfidz Al-Barokah, Ada Asa Tertitip Di sana

January 25, 2020

Jumat minggu lalu, sepulang mengikuti kelas tahfidz di pagi hari duo krucil membawa sepucuk surat dari manajemen masjid.  Isinya undangan untuk para walisantri agar datang menghadiri peresmian rumah tahfidz yang baru beberapa bulan berdiri. Acaranya diselenggarakan pada hari Minggu, 19 Januari 2020, bertempat di masjid Al-Barokah mulai bada zuhur.

Selama dua hari pula menjelang acara puncak anak-anak dihimbau untuk mengikuti serangkaian acara gladi resik, semacam latihan menjelang peresmian.

Beberapa anak ditunjuk sebagai petugas, mulai dari MC, momen sambung ayat, sholawatan hingga pentas membacakan penggalan kitab-kitab yang sudah dipelajari. 

Jujur, ada keharuan yang sempat menyeruak di dada.  Meski anak-anak belum dinyatakan mukammal juz 30 setidaknya tersimpan asa mereka istiqomah berproses menuju generasi qurani.

Cukup bangga, di tengah gempuran arus modernisasi dan dampak perkembangan teknologi yang kerap menyesatkan, anak-anak masih mau dengan mendisiplinkan diri bangun ketika fajar, dan bada subuh sudah duduk manis di kelas pembelajaran untuk menghapal ayat-ayat Allah.

Barakallah ... Emak saja mungkin enggan jika diharuskan kembali belajar.  Bakalan banyak alasan untuk menghindar, ya sibuk menulis, rempong dengan urusan rumah, anter jemput anak, dll. 

Padahal janji Allah dan keutamaan bagi para penghapal quran sungguh tak terhitung banyaknya.  Salah satu di antaranya para orang tua akan dipakaikan mahkota di syurga.  Duh, motivasi sehebat itu saja masih banyak yang enggan belajar tak terkecuali saya. Heu heu ....

Santri putra-putri, rumah tahfidz Al-Barokah

Peresmian Rumah Tahfidz

Sebetulnya perintisan rumah tahfidz ini sudah berlangsung sejak setahun lalu. Tepatnya di momen ramadhan tahun 2019.


Selama setahun berjalan, rumah tahfidz ini menunjukkan progress positif dengan banyaknya peminat yang berasal dari warga sekitar Jagabaya 2 Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung.

Tahap uji coba dinyatakan usai. Akhirnya oleh pengurus pendirian lembaga ini disepakati jatuh pada tanggal 1 Januari meski acara resminya berlangsung minggu lalu.  Peresmian rumah tahfidz Al Barokah secara simbolis dilakukan dengan pemotongan tumpeng oleh Bapak Bahril S.T., selaku lurah Jagabaya 2.  

Hadir sebagai undangan perangkat desa, walisantri dan para ulama setempat.  Yang menarik, pimpinan masjid Al-Barokah Bapak Purnairawan, S.Ag., juga turut menghadirkan Hadroh Majelis Mustofa dari Pondok Pesantren Al-Qirom, Natar, Lampung Selatan.  

Tepat pukul 13.00 bada zuhur, acara dimulai dengan penampilan mawalan umahat majelis taklim masjid.  Tak lama dua MC -- yang merupakan santri rumah tahfidz -- bertugas membacakan susunan acara naik ke panggung dan memanggil tamu yang terhormat (bapak lurah) untuk membuka acara dan secara simbolia meresmikan peluncuran rumah tahfidz Al-Barokah. 

Acara makin semarak dengan penampilan hadroh Al-Qirom pimpinan ustadz Khairuddin. Mereka membawakan sholawat nabi dengan iringan alat musik rebana yang mengentak.

Selaku pimpinan masjid ustadz Purnairawan dalam sambutan singkatnya menjelaskan planning ke depan, masjid Al-Barokah akan dijadikan sebagai pusat pendidikan tahfidzul quran berfasilitas lengkap.  Mulai dari segi pondok tempat santri menginap, sarana olahraga, hingga pengadaan prasarana penunjang pembelajaran.

Hati seperti diguyur hujan ... Saat penampilan para santri yang sudah mukammal (lulus tes) dalam aksi sambung ayat juz 30,29, 1 dan 2.  Cukup bangga sekaligus malu, hapalan emak audah terlampaui dan gak ada apa-apanya dibandingkan para santri. Cukup salut dengan perjuangan anak-anak hebat itu.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 17.30 WIB, sebentar lagi magrib menjelang. Acara itu akhirnya ditutup dengan doa yang melangit.

Sebagai ibu saya pun ikut mengamini doa agar Allah memberkahi proses belajar para santri, memudahkan duo krucil saya juga cepat mengejar target hapalan seperti para sahabat yang sudah lebih dulu belajar, juga membukakan segala pintu rahmatNya kepada guru, pengurus masjid dan anak-anak yang siqoh berjuang di jalan Allah.  Aamiin.

Ah ...Perjalanan ini tentu akan panjang bahkan mungkin saja berliku, biarlah di dunia anak-anak bersusah susah menghalau kantuk demi belajar kalamullah... Sementara emak, tentu saja kecipratan pahala mengantar.






No comments:

Powered by Blogger.