Sabtu, 12 Oktober 2019

Bikin Riccota Cheese Sendiri, Yuuuk!


Anak-anak mana yang nggak kenal keju? Baik sebagai toping minuman, variasi rasa cemilan kue basah, bahkan campuran roti.  Hampir semuanya suka, tak terkecuali kedua anak saya.

Awal bulan Oktober si sulung bertanya, “weekend aku ‘kan ulang tahun lho, Nda.  Apa gak ada acara spesial ya? main ke mana gitu, jalan-jalan maksudnya ....”. Anak tertua saya memang kebetulan akan berulang tahun ke-10 di hari Sabtu, 5 Oktober 2019 lalu.  Sudah beberapa tahun terakhir selepas anak-anak masuk SD saya memang tidak melanjutkan tradisi merayakan ulang tahun mereka, apalagi mengundang teman dengan tiup lilin atau pesta kecil.  Sebagai gantinya kami memilih quality time dengan jalan-jalan atau melakukan aktivitas bersama di luar.

Tiba-tiba saya teringat ada undangan dari Hometown untuk anggota Tapis Blogger di Mal Bumi Kedaton pukul 15.00-17.00 diacara “Yuk Bikin Keju”.  Acara itu ditujukan untuk para ibu melibatkan anak-anak usia 5-10 tahun untuk praktek langsung membuat keju sendiri.  Keruan saja bertanya mereka bersedia tidak jika saya ajak ke sana...?  Ternyata, mereka sangat antusias, gak cuma yang mau merayakan ulang tahun ... tapi juga sang adik yang memang pecinta berat keju. Dari wajah mereka terlihat tak sabar menunggu weekend di hari sabtu.




Hari yang dinanti akhirnya tiba.  Sejak pagi mereka sudah bolak-balik bertanya jam berapa sih acaranya, Bunda?  Duh! Rempong memang ya kalau mengajak anak-anak jalan ... hehehe

Sebelum ashar saya menyalakan motor ketika anak-anak sudah siap berpakaian rapi.  Sengaja memutuskan nggak bawa kendaraan roda empat, sebab jalur MBK bila weekend biasanya padat merayap bahkan tak jarang macet total.  Sesuai prediksi, 100 meter menjelang gerbang pintu belakang mal, antrian kendaraan sudah mengular.  Untunglah body motor bisa menyelinap sana-sini, hingga akhirnya kami masuk ke area parkir underground dan langsung naik ke lantai 1 tempat acara berlangsung. Fuuiih! lega rasanya ...



Setelah registrasi ulang, si abang langsung memilih bangku sayap kanan ujung belakang.  Harap maklum, sepertinya ia sempat minder merasa paling besar sendiri di antara peserta lain yang kelihatan pada imut-imut. Untunglah anaknya masih PeDe aja duduk di bangku yang sudah disediakan oleh penyelenggara.

Tak lama MC dan Chef Gaby pun memperkenalkan diri dan menyapa anak-anak yang sudah tak sabar ingin belajar membuat keju. Hari itu, Adin Hamdi bersama teman-teman belajar membuat Riccota Cheese, salah satu olahan keju yang berbahan dasar Susu Murni dari Hometown.



Ngomong-ngomong, sudah tahu dan kenal susu Hometown belum, Bun? Itu lho susu murni yang diperoleh melalui proses pasteurisasi. Lho, bedanya dengan susu UHT biasa apa dong? Susu hasil pasteurisasi merupakan susu yang dihasilkan dari proses pemanasan pada suhu 72o-75oC selama 15 detik.  Tujuannya untuk membunuh mikroorganismeberbahaya yang terdapat dari susu perah. 
Sedangkan susu UHT sesuai namanya (Ultra High Temperatur) dipanaskan dalam suhu 137o-140oC selama dua detik.  Memangnya hasilnya beda?  Jelas beda, terutama pada citarasa, nilai nutrisi yang dihasilkan dan waktu ketahanan dalam masa penyimpanan.

Jika pada proses pasteurisasi citarasanya lebih alami, nilai nutrinya lebih tinggi, akan tetapi masa penyimpanan susu hanya tahan sekitar 7 hari di dalam kulkas pada suhu 0-4oC dengan catatan segel botol belum dibuka.  Apabila kemasan sudah terbuka, biasanya susu hanya tahan 4 hari di dalam lemari pendingin atau tahan 2 jam pada suhu ruangan.  Sebaliknya, pemanasan pada susu UHT menyebabkan sedikit perubahan citarasa, penurunan nilai nutrisi, akan tetapi dalam hal penyimpanan susu di dalam lemari es dan suhu normal bisa lebih lama.


Dia ata meja ada susu Hometown!
Saya pribadi pertamakali kenal susu ini dan langsung jatuh cinta dengan rasanya saat mendapatkannya cuma-cuma sepulang lunch bareng keluarga di sebuah kafe di daerah Urip Sumoharjo.  Tak disangka, ketika usai membayar makanan siang itu saya dioleh-olehi dua botol susu Hometown masing-masing ukuran 1L. Wah... senang dong ya, apalagi emak-emak macam saya, hehehe ...

Oya, susu Hometown di Bandar Lampung dijual dengan harga sekitar 29K untuk kemasan 1L, 54K kemasan 2L dan bisa diperoleh di Chandra Superstore MBK, Chandra Mal Tanjung Karang dan Gelael.




Praktek Bikin Keju Riccota

Ternyata bikin keju Riccota itu mudah banget.  Hanya memerlukan susu Hometown dengan tambahan air perasan lemon dan sedikit garam. Komposisinya 1L susu, 1 sendok teh garam dan perasan dari 1 buah jeruk lemon.

Caranya pun gampang, 1 L susu hometown dipanaskan hingga mendidih lalu tambahkan lemon, dan terakhir garam.   Gunanya lemon di sini untuk memadatkan tekstur keju ketika nanti didinginkan. 


Chef Gaby memperlihatkan proses pembuatan Riccota cheese

Serius menyaring keju Riccota
Kalau mau lebih nikmat, hasil olahan riccota cheese yang sudah didinginkan bisa di saring lalu diambil ampasnya dan diletakkan di dalam sebuah jaar yang dicampur dengan buah pisang dan madu.  Kalau nggak suka pisang, buah lain bisa nggak? Bisa, boleh diganti dengan buah lain semisal strawberry, mangga, atau buah naga.

Kalau tadi dijelaskan susu Hometown gak seperti susu UHT yang tahan lama dalam masa penyimpanan, nah dengan diolah menjadi Riccota Cheese masa penggunaannya bisa nambah lagi hingga 7 hari ke depan di dalam lemari pendingin. Disamping itu tentu saja lebih lezat rasanya.
Wah! Riccota Cheese Hamdi sudah jadi ... besok-besok bisa praktek langsung di rumah.  Senengnya melihat anak-anak, bergembira bersama Hometown, nyobain susunya yang alami, juga dapat ilmu baru membuat Riccota Cheese yang lezat.
penampakan Riccota Cheese with banana

Benar-benar pengalaman di hari ultah Hamdi yang tak terlupakan ...


Dapet sertifikat dari Hometown kalau anak2 sudah bisa bikin keju sendiri... yeeeay!
Info produk lebih lanjut :

FB :  hometowndiary.id
IG  : @hometowndiary.id




2 komentar:

  1. Anak-anak senang sekali belajar membuat keju. Mutiara antusias banget, apalagi hari ahadnya adalah hari jadinya. Pas diajak pergi seneng banget dia. Kata di, Ummi, aku seneng buat keju sendiri.

    BalasHapus
  2. Wah tanggal lahirnya hampir sama ya sama hamdi ... Iya mb mrk seneng banget bisa ikutan acara ini.

    BalasHapus

Sihir si Anak Lebah berlanjut di Lovely Glacie

Sedetikpun rasanya enggan meletakkan novel Lovely Glacie yang baru diterima magrib 13 Nopember lalu.  Banyak hal yang membuat sayang berh...

Terpopuler