Kamis, 08 Agustus 2019

8 Hal Seru yang Wajib Dilakukan di Batam


Tiga tahun lebih stay di kota ini, bisa dibilang sebuah tempat yang bikin saya susah move on.  Gak heran sie, selain banyak tempat kenangan, banyak teman yang sudah dianggap seperti saudara tertinggal di sana.  Apalagi ada mitos sekaligus  kelakar penduduk Batam yang mengatakan, "kalau sudah minum air Batam maka kelak biasanya akan kembali".  Buat saya pribadi sebenarnya belum terbukti, tapi mungkin sudah bagi suami karena ia lebih dulu pernah menginjakkan kaki ke kota ini, tepatnya ketika masih bujangan di tahun 2000-an.  Sempat pulang kandang dan bekerja di Jakarta setelahnya, lalu kembali lagi membawa saya dan dua bocah yang masih balita di tahun 2014-2017.

Batam merupakan pulau kecil yang masuk dalam gugusan kepulauan Riau dan letaknya paling dekat dengan negeri singa muntah, Singapura.  Saking dekatnya, dari beberapa tempat di Batam bisa melihat langsung bayangan gedung-gedung pencakar langit negeri itu dari kejauhan.  Hanya memerlukan waktu 1 Jam 45 menit penerbangan jika ditempuh melalui bandara Soekarno Hatta dengan tujuan Bandara Hang Nadim, Batam dengan harga tiket berkisar antara 700-900an ribu rupiah tergantung maskapai yang digunakan.  Lion, Sriwijayaair, dan Garuda hampir tiap hari melayani rute penerbangan berkode BTH-CKG atau sebaliknya.

Penduduk asli Batam sebenarnya termasuk dalam rumpun melayu. Namun, saat ini sudah banyak membaur dengan para pendatang yang hampir mendominasi setiap sudut pulau.  Harap maklum, dulunya grand design pembangunan pulau ini melibatkan mantan presiden BJ Habibie, yang menginginkan Batam dikenal sebagai pulau Industri sekaligus pariwisata.  And He did it.  Banyak jejak sejarah yang beliau tinggalkan di pulau itu, semisal Barelang Bridge yang terkenal.  Batam perlahan namun pasti, tumbuh pesat dari yang sebelumnya pulau terpencil hingga menjadi primadona para perantau untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Kesan pertama keluar dari Bandara Hang Nadim, kota ini bagi saya panas meski tetap menguarkan kenyamanan.  Lho kok? Iya ... panasnya udara Batam itu alami bukan karena polusi seperti udara ibukota.  Dilihat dari peta, Batam hanyalah pulau kecil di tengah lautan yang berada dekat lintasan katulistiwa.  Dibilang nyaman dalam artian arus lalu lintas dan kepadatan penduduk di kota ini tak seruwet dan sepadat ibukota bahkan masih jauh lebih lengang apabila dibandingkan dengan kota kelahiran saya Bandar Lampung.

Selama stay di sana, banyak kenangan yang sulit dilupakan begitu saja.  Jalan atau tempat kenangan, makanan, sampai keramahan penghuninya sebab persamaan nasib di perantauan.  Ada beberapa tempat dan kegiatan seru yang barangkali worthed buat para pelancong yang ingin menghabiskan liburan singkat di Batam.  Rugi deh pokoknya kalau sudah sampe Batam, tapi gak menyempatkan diri melakukannya.

1.  Foto di Barelang Bridge

Perjalanan ke arah Barelang Bridge ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota. View jembatan beton yang dirangkai dengan baja kualitas tinggi hasil karya salah satu putra bangsa sekaligus mantan presiden BJ Habiebie ini, sangat cantik apabila di nikmati dari sudut kiri jembatan.  Ada tempat khusus untuk swafoto dan bersantai sambil menikmati minuman dan makanan dari pedagang yang membuka lapak di sana.

Masuk lokasi ini kita cuma bayar parkir saja kok. Kecuali kalau mau berfoto menggunakan kamera dari jasa fotographer bayaran yang banyak menawarkan jasa di sana.  Dulu sih bayarnya per lembar foto sekitar 25 ribu untuk hasil foto yang sudah dicetak dalam ukuran 3R.


View Barelang dari kejauhan

2.  Wisata ke Kamp Vietnam

Terletak di Pulau Galang, masih sekitar 2-3 jam perjalanan lagi apabila berkendara dari titik Barelang Bridge.

Sebuah tempat yang menyimpan sejarah para pengungsi korban perang saudara di Vietnam di tahun 70-an. Lengkap dengan bangunan tua, perahu kuno, gereja dan vihara yang sempat mereka bangun pada masa itu. Bentuk peninggalan ini masih terawat rapi karena masuk dalam cagar budaya otorita Batam.

Sepanjang perjalanan ke sana kalau beruntung akan di temani pemandangan para monyet liar yang bergerombol.

Koleksi foto-foto pribadi ketika berkunjung ke tempat ini terbawa di data eksternal Pak Suami, sementara beliau super sibuk bekerja di Jakarta. Sebagai gantinya  ini saya carikan pic dari google, supaya bisa diintip keindahannya.
Camp Vietnam dalam peta Batam, sumber : google
Sumber : travel guide, google

3.  Selfie or wefie di icon of Batam Center

Terdiri dari tiga tempat yang terintegrasi di jantung kota Batam Center, yakni Dataran atau Alun-alun Engku Putri, Masjid Raya Batam dan view "welcome to Batam". Tempat yang asyik untuk bersantai sore dan bercengkarama dengan keluarga.

Kalau minggu pagi, biasanya di seputaran dataran Engku Putri hingga Masjid Raya ada pasar pagi yang menyediakan aneka jajanan murah, sarapan dan produk yang bisa diborong pasca jalan santai atau berolah raga.
Dataran Engku Putri
Masjid Raya Batam
Welcome to Batam icon from Masjid Raya

4.  Bersepeda ria di Coastarina


Salah satu pantai cantik yang posisinya paling dekat dengan pusat kota. Menawarkan segudang fasilitas, sarana olah raga dan hiburan keluarga. Hanya dengan 10 menit berkendara, kita bisa menikmati view bianglala, makan di resto yang tersedia, bermain air di laut atau kolam renangnya, serunya mandi busa setiap sabtu malam, hingga bersepeda tandem di track khusus pinggir pantai.
View coastarina

Kalau dulu sih tarif masuk pantai sekitar 10-15K rupiah per orang.  Sedangkan penyewaan sepeda dikenakan biaya 15K untuk sepeda biasa, dan 25K untuk sepeda tandem selama kurang lebih satu jam.
Wahana bermain anak 
Asiknya main pasir di coastrina
5.  Ngintip kota Singapura dari Menara Masjid Jabal Arafah

Letak masjid ini ada di daerah Nagoya, pusatnya belanja tas dan sepatu di Batam.  Sekitar 20-25 menit dari Batam Center. Masjid Jabal Arafah dilengkapi menara tinggi berfasilitas lift pengangkut yang pada bagian puncaknya terdapat beberapa teropong untuk mengamati penjuru kota.   Sssttt ... melihat kota singapura dari kejauhan juga bisa lho, dengan catatan apabila cuaca cerah ya!

Sumber google
Adek di belakang masjid Jabal Arafah
Oiya ... kalau naik ke atas menara dikenakan karcis masuk sebesar 20K per orang.

Selain masjid ini banyak spot sebenarnya yang bisa digunakan sebagai tempat mengintip Singapura dari kejauhan. Diantaranya Bukit Senyum, dan Pantai Nongsa.

Sumber : google
View Singapura from Bukit Semyum dan Nongsa

6.  Mencicipi Gong-gong, Mie tarempa, Nasi Lemak, dan Mie lendir
.

Kesemuanya makanan yang banyak di temukan di kota Batam meski aslinya bukan makanan khas sana. Bisa dibilang Batam tidak memiliki kuliner khusus asli kota itu.
Gong-gong.  Sumber : google 
Gong-gong sejenis kerang putih yang hanya hidup di perairan kepri.  Biasanya disajikan berikut cangkangnya setelah direbus atau ditumis.  Cara makannya gimana? Harus dicongkel dengan tusuk gigi terlebih dahulu, lalu dicelupkan ke saus sambal yang biasanya sudah disediakan sebagai pasangannya.
 Mie tarempa. Sumber : google

Mie tarempa adalah sejenis makanan olahan dari mie yang resep aslinya berasal dari Pulau Tarempa, pulau kecil yang berada dekat dengan Batam. Sepintas sama dengan mie goreng pada umumnya, namun bumbunya lebih spicy.  Yang membedakan mie ini dengan mie lainnya yakni toping daging yang biasanya terbuat dari daging ikan bahkan daging gong-gong.  Harga seporsi mie tarempa dijual 12-15K.  Lapak mie tarempa yang paling terkenal ada di Ruko Royal Sincom, Blk. D No.15 - 16, Tlk. Tering, Kec. Batam Kota, Kota Batam.

Nasi Lemak, tampilannya sepintas nyaris sama dengan nasi uduk biasa tetapi teksturnya lebih berminyak.  Para penduduk melayu biasanya menyantap hidangan ini sebagai menu untuk sarapan.
Mie lendir. Sumber : google

Mie Lendir, dari namanya rada ilfil ya.  Tapi ternyata lezat juga kok untuk dicoba. Kuahnya memang terlihat sedikit berlendir karena menggunakan tepung kanji pada proses pembuatannya. Harga seporsi berkisar antara 10-15K.

7.  Berburu tas Ori maupun KW di surga belanja Nagoya

Nah ini nih, yang bikin olshop saya sempat berjaya. Hehehe.  Batam terkenal dengan produk impor murah baik original maupun KW berupa sepatu, tas, jam tangan, kacamata, tali pinggang, dompet dan segala pernak-perniknya.  Kenapa harganya bisa jauh lebih murah? Padahal di Jakarta atau kota-kota lain juga mudah ditemukan produk impor sejenis. Alasannya, karena otorita Batam memberikan perlakuan khusus free tax atau bebas cukai terhadap barang-barang yang masuk ke kota itu.
View salah satu sudut Nagoya, sumber ; google
Nagoya, sepintas mengingatkan kita dengan nama kota di Jepang.  Tapi Nagoya ala Batam itu semacam distrik yang dipenuhi jejeran toko-toko yang menawarkan berbagai produk impor, mulai dari makanan, tas, kacamata, sepatu, dsb.
Mal terbesar di Nagoya yang menyediakan produk impor
Masjid Jabal Arafah dan Lucky Plaza, terletak berdekatan dan masih dalam kawasan Nagoya.

8. Berburu HP murah di Lucky Plaza

Nah, ini juga yang bikin Batam terkenal.  Barang elektronik dan HP di sana dijual dengan harga murah dibandingkan kota-kota lain di nusantara. Alasannya sama dengan tas, sepatu dsb tadi.

Pengen harga lebih miring lagi? tinggal bisik-bisik aja dengan cs toko dengan password, "ada barang BM tak?" 😂

Meski begitu, para pelancong gak bisa sembarangan memborong lalu membawa pulang tas, HP, kacamata branded, dsb dalam jumlah besar. Sebab, otorita Batam menerapkan aturan yang ketat ketika barang-barang tersebut diperjualbelikan lagi atau dibawa keluar daerah sebagai buah tangan.  Kalau terlalu banyak, siap-siap dikenakan pajak, atau terpaksa gigit jari barang harus ditinggal di bandara.

Gimana, mulai melirik kota ini sebagai next destinasi liburan?! ... buruan cek n ricek tiket penerbangannya! 😁😁

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sihir si Anak Lebah berlanjut di Lovely Glacie

Sedetikpun rasanya enggan meletakkan novel Lovely Glacie yang baru diterima magrib 13 Nopember lalu.  Banyak hal yang membuat sayang berh...

Terpopuler