Selasa, 21 Mei 2019

Sketsa dan Saya



Setelah kemarin bercerita tentang lukisan, kali ini saya berceloteh tentang #hobi menggambar #sketsa hitam putih.

Entah sejak umur berapa, yang jelas corat coret di kertas dan buku sudah jadi kesukaan yang memberikan keasikan tersendiri.

Saya ingat betul sketsa yang dipilih kala itu lebih ke gambar pakaian wanita. Ceritanya dulu, saya sempat bermimpi menjadi design kenamaan.

Sosok yang paling berperan dalam mengembangkan hobi ini tentu saja ibu.  Saya memanggilnya dengan sebutan emak.  Kepada beliaulah saya seharusnya berterimakasih. Emak begitu telaten, membelikan HVS untuk digambar, juga rajin mengumpulkan hasil karya saya yang berserakan, lalu membawanya ke fotokopian untuk dijilid dan disimpan dengan rapi. 

Sepintas kelihatannya sepele, namun ternyata apa yang dilakukannya membekas hingga kini, meski impian itu gagal diwujudkan. 

Setidaknya, melalui dirinya saya belajar ... menyimpan impian membuat kita terus hidup dalam semangat menyala.

Mulai duduk di bangku SMA, goresan sketsa beralih pada view rumah dan gedung-gedung bertingkat.  Cita-cita saya otomatis beralih ingin menjadi arsitek atau setidaknya kuliah di bidang teknik.

Tapi apa hendak dikata, stategi UMPTN yang menempatkan pilihan D3 teknik sipil sebagai alternatif terakhir malah meleset.  Saya justru diterima di fakultas pilihan pertama yang sebetulnya gak begitu diminati, Agribisnis Pertanian.  Sayangnya keputusan tak bisa di ganggu gugat. Itulah takdir yang tersurat, sebagai kenangan bahwa saya ini ternyata gak cukup percaya pada kemampuan diri sendiri.

Kembali ke hobi menggambar sketsa.  Belakangan, setelah sempat lama terlupakan sebab kesibukan mengurus rumah tangga ... hobi ini kembali timbul ketika sebagai ibu saya mencoba memperkenalkan anak-anak dengan dunia menggambar dan mewarnai.  

Meski tak punya dasar teori gambar yang benar, setidaknya saya percaya bakat seni bisa diasah otodidak.  Gak jauh-jauh ya contohnya ibunya sendiri.

Tak harus menjadi seniman profesional, tetapi saya mengharapkan anak-anak berlatih ketekunan dan fokus akan satu hal dari kegiatan ini.  

Saya selalu bilang, menggambar/melukis itu menyenangkan, membebaskan.  Karena tidak ada standar baku dalam menggambar, dan tidak ada benar salah dalam sebuah karya seni.

Ke depan mungkin saya akan sering berbagi pengalaman dengan memposting tips seputar #menggambar sketsa dan #melukis di cat kanvas menggunakan cat minyak.

Kamu pengen tahu gak?

Tungguin aja ya ...





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sihir si Anak Lebah berlanjut di Lovely Glacie

Sedetikpun rasanya enggan meletakkan novel Lovely Glacie yang baru diterima magrib 13 Nopember lalu.  Banyak hal yang membuat sayang berh...

Terpopuler