Belajar VO bertema Microphone Technique Bareng Michael Runtuwene

October 13, 2021
Di kalangan para Voice Talent, siapa sih yang gak kenal Pak Mike. Sapaan buat coach yang satu ini.  As VO professional nama beliau sudah melanglang buana sejak belasan tahun lalu sebagai pengisi suara andal yang cukup diperhitungkam di tanah air.  Jika kalian sering stay tune di NetTV hampir semua iklan program TV tersebut memakai jasa suaranya.





Jujur saja, saya justru pertamakali mengenalnya saat bergabung di Komunitas Voice Over, Dubber, Announcer, Indonesia (KVDAI) beliau termasuk di jajaran petinggi dan pendiri komunitas. 

Dicolek sang penanggung jawab event kak Rini Christina sesama member KVDAI namun beliau asal Palu, saya pun mantap ambil bagian di webminar batch2. Fyi. Pak Mike ini sama dengan Rini, stay di Palu. So, how come bisa jadi Vot yang di hire TV bergengsi di ibukota, sementara beliau sehari-hari di daerah? Ceritanya tentu saja melalui proses panjang membangun citra as VOT professional di medsos, hubungan baik dengan VOT lain se tanah air juga klien-klien besar yang pernah memakai jasa suaranya.

Sabtu, 8 Oktober lalu tepat pukul 10.00 saya masuk ke link google yang disediakan panitia.  Pak Mike tanpa panjang lebar setelah sesi perkenalan langsung memulai materi bertemakan Microphone Technique, Essential Tips and Trick.  Sesuai dengan judul yang diusung, Pak Mike memberikan penjelasan panjang lebar seputar teknik menggunakan microphone, sebuah alat akrab dipakai dan mutlak dikuasai oleh para penjual suara.

Di awal diskusi, beliau memberikan penjabaran mengenai mic yang umum dipakai yakni berjenis dinamic dan kondensor, berikut karakteristik penggunaannya. Jenis michrophone sebenarnya tidak hanya dua itu, namun ada jenis lain yakni clip on, dan masih banyak lagi.  Namun secara garis besar yang biasa dipakai sehari-hari yang dua jenis itulah.  Mic dinamic umumnya dipakai di luar ruangan karena sifatnya yang tidak sensitif menangkap suara-suara di luar main voice. Para penyanyi, MC yang terbiasa mentas di panggung cenderung memilih jenis ini.  Sedangkan mic condensor lebih disarankan penggunaannya di dalam ruangan karena sangat sensitif dan detail menangkap suara-suara yang masuk.

Secara teknik penggunaan nyaris sama, hanya saja microphone kondensor untuk menyalakannya harus menggunakan phantom power atau soundcard untuk mengaktifkan medan magnet yang berada di dalamnya. Buat VOT jenis mic mana yang reccomended dipakai? Tentu saja condensor sesuai karakteristiknya, tapi bukan berarti mic dinamic tidak bisa lho ya ....

Lebih lanjut, Pak Mike menjelaskan tips dan trik tentang jarak sumber suara dengan Mic untuk menghasilkan suara sesuai keinginan.  Nah ini penting nich buat digarisbawahi ... Jika ingin mendapatkan suara lebih deep maka jarak mulut dengan mic minimal satu jengkal atau lebih dekat lagi.  Sedangkan jika ingin menghasilkan suara lebih ringan pengisi suara bisa lebih sedikit menjauhkan mulut dari posisi mic ketika take voice.



Sttt ... Beliau juga gak segan-segan membisiki brand-brand mic yang rekomen dipakai para VOt profesional berikut harganya.  Well, jadi jika ingin membeli cukup disesuaikan dengan kantong masing-masing saja.  Karena yang terpenting jika ingin upgrade peralatan tempur, bukan terletak pada mic mahal, branded, dll.  Tetapi bagaimana talent mengenal tipe suara sendiri dulu dan karakteristik mic yang sesuai dengan kebutuhan.  

Kebetulan sejak Januari lalu saya sudah memilih mic condensor merk Recording Tech X1, menurut saya sih itu sudah lumayan buat pemula untuk recording sehari-hari khususnya jenis suara saya yang deep. Harganya berapa?! cuss ....intip aja di platform ternama untuk membandingkan harga terkini. Dulu sih saya belinya dikisaran angka 550k not include phantom power.

Overall banyak sekali ilmu secara teknis yang dishare dalam pelatihan kali ini. Gak rugi sih membayar 100k untuk tips dan trik yang memang sangat berguna untuk diterapkan di dunia voice over.

Buat kalian yang tertarik terjun di dunia ini juga, gak ada salahnya nunggu batch berikutnya ...


3 comments:

  1. Menarik, Mbak. Seru ya kalau nonton animasi di dubbing gitu, apalagi klo yg bisa pas suaranya. Misal suara anak2, padahal aslinya bukan anak2. Dsb. Klo sy tertarik di dunia podcast Mbk. Apakah bisa gabung ke sini juga?

    ReplyDelete
  2. Keren sekali Mbak aku jadi lebih banyak tahu tentang voice over, karena selama ini menikmati sekali suara pengisi acara atau pengisi iklan di TV, Radio, medsos dll.

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah. Salut sama mbak Mega Marlia. Selalu semangat menuntut ilmu dan terus mengembangkan bakatnya di dunia voice over. Barokallah ya mbak. Semoga selalu berkah aktivitasnya dan karya voice overnya bisa mengudara di indonesia

    ReplyDelete

Powered by Blogger.