Kamis, 19 September 2019

6 Langkah Meningkatkan Semangat Menulis


Menulis merupakan pekerjaan hati.  Makanya tak heran apabila kerapkali dicampuri oleh mood yang naik turun.

Banyak yang menyukai dunia tulis menulis di awal  mendapatkan ide begitu semangat menghasilkan karya.  Namun, ketika telah menjadi rutinitas tetapi belum merasakan manfaat nyata dari tulisannya semisal memperoleh apresiasi dari viewer/pembaca, teman baru, pengalaman baru, bahkan penghasilan, tetiba menjadi malas bermain kata.

Bagaimana cara meningkatkan semangat menulis? Mungkin salah satu dari trik di bawah ini bisa diadopsi.

1.  Mencari bacaaan yang menginspirasi

Kenyataannya berbagai ide/pemikiran yang akan ditulis memang tak semuanya bisa diperoleh melalui ilham, melainkan sarana perangsang seperti alternatif bacaan.

Ibarat teko, kalau isi kepala dipenuhi berbagai ide maka akan mudah dituangkan dalam bentuk tulisan.  Ketika teko kosong, tidak ada air setetespun di dalamnya ... maka ide menulis juga sepertinya menguap entah ke mana. Nah, membaca adalah salah satu upaya mengisi teko hingga penuh.

Hidup di zaman canggih, menggali referensi melalui membaca gak hanya bisa dilakukan dengan memegang bentuk buku, tetapi bisa juga melalui e-book, searching engine by internet, atau bahkan blogwalking ke situs orang lain.

Menemukan bacaan yang menginspirasi itu bisa menjadi penyemangat diri untuk menulis dengan tema sama disertai ide tambahan yang mungkin belum ada di tulisan penulis sebelumnya.

2.  Ikutan Challlenge menulis di medsos

Menjadi anggota komunitas menulis bisa meningkatkan mood seseorang untuk terus menulis.  Apalagi tak jarang beberapa komunitas tersebut menggelar tantangan menulis yang muaranya menggiring para penulis untuk menerbitkan sebuah buku secara bersama.

Asyiknya ikutan challenge, penulis menjadi tertantang untuk menyelesaikan sebuah tulisan dengan tema yang sudah ditetapkan oleh admin komunitas.  Dengan deadline yang jelas, biasanya seseorang akan terpacu untuk menulis sebelum batas tenggat waktu yang ditetapkan.

3.  Mengikuti Event Menulis

Jadi pemburu hadiah lomba memang tak ada salahnya dilakukan karena secara kongkrit akan merangsang semangat seseorang untuk menulis. Namun, melulu mengincar hadiah yang dijanjikan juga tidak disarankan, sebab akan membuat penulis mudah kecewa apabila hasil tak sesuai dengan harapan.

Kalaupun hadiah ibarat mood booster menulis, jangan lupa cari informasi sebanyak-banyaknya dan cermati dengan baik pihak penyelenggara event.  Sebab, belakangan banyak perlombaan menulis yang digelar di medsos malah berujung penipuan oleh beberapa publisher nakal.

4.  Menetapkan Target Diri

Memasang target diri dalam menulis itu perlu, sebab motivator terbaik untuk terus bergerak datangnya dari diri sendiri.  Buat target jangka pendek dan jangka panjang yang jelas. Misal 500-2000 kata per hari.  Atau menulis satu tema sesuai minat per hari.  Untuk jangka panjang katakan dalam setahun harus menelurkan berapa buku? Atau berapa tulisan perbulan yang akan dikirimkan ke media lokal dan nasional.

5. Jalan-jalan dan perhatikan lingkungan sekitar

Menghirup udara segar dengan berjalan-jalan biasanya justru memunculkan ide baru yang lebih cetar dan orisinil.  Semisal, saat berjalan-jalan di taman melihat seseorang membuang sampah sembarangan, muncul ide menulis tentang bagaimana adab menjaga lingkungan sekitar.  Ketika mengajak anak bermain di alam terbuka, terlintas ide menulis tempat-tempat liburan hemat bagi keluarga.

Tak cuma mencari ide baru, tatkala tulisan tersendat atau penulis mengalami writerblock ... jalan-jalan sejenak terkadang membantu me-refresh semangat dan ide baru.

6.  Meluruskan Motivasi Menulis

Ketika seseorang tahu betul tujuannya menulis, maka dengan sendirinya ia semakin terdorong menghasilkan karya terbaik.

Such as sastrawan Pramoedya Ananta Toer yang terkenal dengan quotesnya :


source : google

Bahkan sekaliber sahabat Rasulullah khalifah Ali bin Abi Thalib pernah berkata ; ikatlah ilmu dengan tulisan.

Sekarang, tanyakan masing-masing hati apa yang menyebabkan diri semangat menulis.

Mengikat ilmu dan menebar kebaikan, 'kah?
Sebagai portopolio diri di masa mendatang?
Sekedar iseng mengisi waktu luang?
Ingin terkenal?
Atau bahkan melulu berburu pundi-pundi uang?

Hanya diri masing-masing yang bisa menjawabnya 😊😊

Anyway, semoga semangat itu kembali menyala dan menghasilkan karya terbaik ....😘😘

#odop
#estrilookcommunity
#day18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sihir si Anak Lebah berlanjut di Lovely Glacie

Sedetikpun rasanya enggan meletakkan novel Lovely Glacie yang baru diterima magrib 13 Nopember lalu.  Banyak hal yang membuat sayang berh...

Terpopuler